Yang Harus Disadari, Diketahui, dan Dilakukan di Usia 20 Tahun

yang harus diketahui disadari dilakukan di usia 20 tahun

Memasuki usia 20 tahun merupakan titik krusial bagi kita semua.

Kita beruntung dan harus mengucap syukur jika berhasil sampai di umur 20 tahun, karena tidak semua orang bisa hidup sampai di umur ini.

Banyak faktor x dalam hidup kita, misalnya waktu masih kecil  sakit dan meninggal dan hal buruk lainnya. Sebab itu, kita yang berhasil sampai di umur 20 tahun harus berpikir jernih dan menggunakan waktu yang ada sebaik-baiknya.

Masa depan Anda = masa sekarang.  Masa depan Anda terbentuk dari apa yang Anda lakukan sekarang, bukan nanti.

Ini titik di mana kita tidak bisa hidup hanya berdiam diri, berpaku tangan, berserah, hanya mengalir saja mengikuti arus, jika demikian maka hidup kita sebenarnya sama dengan binatang.

Tidak melakukan apa-apa yang berarti, hanya menghabiskan waktu untuk menyenangkan diri sendiri, hidup susah tidak mau, tapi berjuang agar hidup tidak susah juga tidak mau.

Kita hanya akan masuk ke lingkaran setan jika terus begitu.

Di Indonesia untuk membuat KTP minimal berusia 17 tahun dan sudah dianggap dewasa, sedangkan di Jepang usia 20 tahun barulah seseorang dianggap dewasa.

Di usia 20 tahun inilah kita banyak meninggalkan sifat kanak-kanak kita dan mulai bersikap layaklah orang dewasa. Celakalah jika kita tidak mau meninggalkannya.

Hidup hanya sekali, aneh jika kita hidup biasa-biasa saja seperti kebanyakan orang.

Aneh jika waktu muda kita cuma menghabiskan waktu untuk nongkrong dengan mengatakan kalau sudah besar nanti untuk nongkrong tidak ada waktu lagi.

Padahal lebih baik kehilangan masa muda dari pada kehilangan masa depan.

Untuk apa kita hidup dan dilahirkan ke dunia jika hidup Anda tidak berarti, tidak berguna apa-apa, tidak menghasilkan apa-apa.

Pohon yang berbuah pasti akan terus dipelihara tetapi ranting pohon yang kering dan tidak menghasilkan buah apapun pasti akan diambil, dikumpulkan dan dibakar.

Kita perlu berbuah dalam hidup ini jika kita tidak mau menjadi seperti ranting pohon yang tidak menghasilkan apa-apa tersebut yang akhirnya dibakar.

Sejak dulu langit selalu biru, bulan selalu putih, matahari selalu panas, tapi kita tidak bisa selalu sama.

Memasuki usia 20 tahun merupakan masa di mana kita memasuki kehidupan kita yang sesungguhnya.

Indonesia memiliki lebih dari 200 juta penduduk, anehnya rakyat negara ini tetap saja menderita meski memiliki jutaan jiwa. Kalah dengan Singapura yang penduduknya lebih sedikit, tetapi lebih makmur.

Masalahnya simpel.

Semua orang menginginkan kehidupan yang baik, tapi tidak semua orang mau berjuang untuk mendapatkan kehidupan yang baik itu.

Sebagian besar orang hanya berangan-angan agar hidupnya baik, tapi hanya sedikit dari yang berangan-angan tersebut mau membayar harga untuk mewujudkan angan-angannya.

Blog ini tidak akan ada jika hanya dalam angan-angan saja, harus ada tindakan nyata yang mau membayar harga untuk mengerjakan blog ini.

Membayar harga untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik memang tidak nyaman, karena banyak menguras pikiran, tenaga, waktu, mental kita dan kita memang lebih suka untuk menyenangkan diri kita sendiri.

Otak manusia cenderung memang mencari nikmat dan menghindari sengsara.

Ini yang menjadi kontradiksi.

Hidup manusia sudah susah jangan dibuat tambah susah.

Jangan sudah berkekurangan tapi masih merokok. Ini membuat hidup tambah susah namanya.

Anehnya banyak orang lebih senang membuat hidupnya lebih susah.

Dan ketika hidup mereka semakin susah, mereka malah menyalahkan ini itu, mulai menyalahkan keadaan, orang lain yang menyebabkan hidup mereka jadi seperti itu.

Padahal hidup mereka susah karena perbuatannya sendiri.

Apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai.

Apa yang anda kerjakan = apa yang anda hasilkan.

Akan lebih baik susah di usia 20 tahun ini daripada susah di usia 40 tahun.

Jika di usia 20 tahun ini Anda hanya malas-malasan, maka di usia 40 tahun jangan berharap bisa kaya.

Aneh, tapi banyak muda-mudi yang memasuki usia 20 tahun ternyata baik dari perbuatan, pemikiran dan sifat tidak mengalami perubahan apa-apa.

Dari SMA sampai kuliah tetap sama.

Masuk kelas tidur, jika buka matapun pikiran kosong, keluar kelas tidak mengerti apa-apa, pulang kuliah nongkrong, jika tidak nongkrong ya tidur.

Jika tidak tidur main sosial media berjam-jam, atau streaming film terus menerus, main game, nongkrong lagi, terus begitu tiap hari.

Tugas copy paste, waktu ujian belajarnya sistem kebut semalam dan nyontek.

Atau masuk organisasi hanya untuk deketin maba, kuliah lagi, bengong lagi, main hp lagi tidak perhatikan apa-apa, terus begitu tiap hari, ketika lulus inginnya gaji 10 juta per bulan. 10 juta dari hongkong?

Waktu libur bangunnya jam 10, tapi jam 4 sudah tidur lagi.

Malamnya nongkrong sampai malam, main gitar, begadang, besoknya begitu lagi.

Sama sekali tidak ada effort untuk mengubah kehidupan.

Ironis tapi faktanya dalam kehidupan sehari-hari itulah yang banyak terjadi.

Tidak heran sampai umur 30 tahun hidupnya biasa-biasa saja. Jati diri masih tidak jelas, hidup untuk apa juga tidak jelas, tapi pikirannya tetap berangan-angan untuk memiliki kehidupan yang baik.

Anda perlu melakukan sesuatu, kita perlu melakukan perubahan, jika Anda tidak mau kehidupan Anda seperti yang dijelaskan di atas.

John C Maxwell mengatakan

You will never change your life until you change something you do daily.

You will never change your life until you change something you do daily - John C Maxwell Click To Tweet

Hidup Anda tidak akan pernah berubah sampai Anda mengubah apa yang Anda  lakukan setiap hari.

Berubah atau binasa. Kita perlu berubah jika tidak mau punah.

Jika kita mau kehidupan yang baik, kita perlu mengubah apa yang kita lakukan setiap hari, mulai dari hal kecil sampai hal besar.

Jika tidak kita hanya akan hidup dalam halusinasi angan-angan kita dan tinggal dalam lembah kelam yang penuh kesunyian.

Perusahaan sekaliber kodak pun bisa collapse, karena tidak meresponi perubahan dengan cepat dan tidak mau berubah, sampai akhirnya kamera analog mereka digilas oleh kamera digital.

Hidup akan kita sama seperti itu jika tidak mau berubah.

Jadi apa yang harus saya lakukan ketika memasuki usia 20 tahun atau sudah di usia 20 tahun ini?

Pertama, SADARLAH!

Mengapa harus sadar? Sadar terhadap apa?

Mari lihat gambar berikut :

johari-window

sumber gambar:google

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar di atas dinamakan johari window. Ada 4 kuadran mulai dari open, blind, hidden, unknown.

Ilmu komunikasi dan psikologi pun sudah membuktikan ada bagian diri kita yang kita ketahui/sadari dan tidak kita ketahui/sadari.

Mungkin karakter kita, pemikiran kita, hati kita yang bermasalah dan berbahaya, dan lebih buruk lagi tidak kita sadari.

Orang yang melakukan kriminal misalnya, orang tersebut bisa tidak sadar jika yang dilakukannya itu salah.

Kita perlu mengenali diri kita sendiri, mengkoreksi diri kita sendiri, tapi itupun kita masih bisa tidak sadar akan diri kita.

Kuadran open = segala perilaku, perasaan, dan motivasi yang kita sendiri dan orang lain ketahui. Contoh : kalangan artis.

Kuadran blind = segala perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui orang lain, tapi tidak diketahui diri sendiri. Contoh : pemerintah.

Kuadran hidden = segala perilaku, perasaan, motivasi yang diketahui diri sendiri tapi tidak diketahui orang lain. Contoh : orang bermuka dua, orang munafik, provokator.

Kuadran unknown = segala perilaku, perasaan, motivasi yang tidak diketahui orang lain dan diri sendiri. Contoh : kriminalitas. (kuadran inilah yang paling berbahaya)

Contoh-contoh yang ada merupakan sedikit dari banyaknya contoh yang ada.

Bagaimana dengan Anda? Di kuadran manakah Anda?

Kita sendiri mungkin pernah ada di semua kuadran.

Ini membuktikan bahwa memang ada bagian diri kita yang kita sadari dan tidak sadari.

Untuk itu maka kita perlu pendapat dan teguran orang lain terhadap kita, kita biasanya sadar ketika ditegur atau juga ketika terkena peristiwa yang tidak enak.

Bagian diri kita yang tidak kita sadari ibaratnya seperti sel kanker. Tidak terdeteksi, tidak menimbulkan penyakit apa-apa, badan masih fit, rasanya sehat-sehat saja, ketika selnya membesar, tiba-tiba saja kita sudah terkena kanker stadium IV, meski tersadar kita sudah terlambat.

Beda cerita jika sewaktu sel kanker tersebut masih kecil dan kita pergi ke dokter untuk memeriksanya, kita pasti akan tersadar.

Ini juga sudah saya jelaskan di Cara Meramal Masa Depan Diri Sendiri

Selamat membaca, hehe. Lebih baik mengetahui hal-hal yang tidak Anda sadari sekarang, dari pada terkena ‘terapi shock’ duluan.

Anak yang lahir di keluarga yang kaya dan terlalu dimanjakan, bisa berakibat fatal bagi masa depannya.

Anak yang lahir di keluarga yang biasa saja, baginya nasi dengan daun ubi dan kerupuk sudah enak, sedangkan anak yang lahir dikeluarga kaya tersebut bisa saja orek tempe saja muntah.

Bahayanya misalnya saja anak dari keluarga kaya tersebut ditegur sudah tidak bisa, akhirnya terkena ‘terapi shock’ dari yang di Atas. Misalnya saja terkena musibah akhirnya mengalami krisis keuangan.

Dan hanya bisa makan nasi, tempe dan kerupuk. Saat disanalah anak tersebut baru tersadar, dan bisa belajar mengucap syukur dalam segala hal.

Zona paling berbahaya sebenarnya bukanlah zona masalah, tetapi zona nyaman kita.

Anda tahu fenomena katak direbus?

Katak memiliki kemampuan tubuh untuk menyesuaikan suhu tubuh dengan lingkungannya.

Katak yang direbus awalnya memang enak, waktu masih 40 derajat celcius, wah seperti berendam air hangat.

Waktu 50 derajat masih seperti spa juga.

Ketika sudah mencapai 100 derajat celcius barulah katak tersebut tersadar, tapi sayang sudah terlambat.

Ini sama seperti ikan yang dipancing.

Waktu ikan melihat makanan, mungkin dia berpikir, wah bagus sekali ada makanan. Tetapi sekali dimakan ternyata itu adalah pancingan. Sekali ambil ternyata maut.

Ternyata ada jalan yang kita sangka lurus, ternyata ujungnya maut.

Anda beruntung membaca tulisan ini, jadi Anda bisa tersadar duluan sebelum terkena ‘terapi shock’. Lebih bagus lagi jika Anda sudah sadar dari awal.

Banyak anak kuliah atau anak berusia 20 tahun yang merasa hidupnya baik-baik saja, kuliah, mengerjakan tugas, pulang, nongkrong, main gitar, nyanyi-nyanyi, nyantai, nongkrong lagi.

Tapi mereka tidak mengetahui apa yang mereka kerjakan ternyata bisa berujung maut, sekali sadar sudah terlambat. Untuk itu Anda juga perlu mengetahui jati diri Anda.

Kita perlu sadar untuk mengetahui kesempatan yang tersembunyi dalam waktu.

Kita perlu menggunakan waktu-waktu yang ada sebaik mungkin, hidup seperti besok kita akan meninggal. Ketika hari esok datang, hari ini akan hilang selamanya.

Jika waktu kita sia-siakan maka kesempatan yang ada sudah tidak bisa kembali lagi. Kesempatan itu hanya muncul sekali.

Untuk bisa menggunakan kesempatan yang tersembunyi dalam waktu, kita perlu mengenal dan menyadari  yang namanya oppportunity cost dan trade off.

Apa itu?

Opportunity cost sederhanya adalah sesuatu yang dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar.

Sedangkan trade off sederhananya ialah jika mau mendapatkan sesuatu maka harus mengorbankan sesuatu.

Prinsipnya kurang lebih sama, tetapi salah menggunakannya hanya akan membuat hidup kita terpuruk dalam nestapa., dan hal ini terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dalam dunia pendidikan misalnya.

Ada orang yang kuliah 5 tahun di metalurgi akhirnya kerja di bank, kuliah di kedokteran akhirnya menjadi sales asuransi. Kuliah musik akhirnya masuk ke bidang perikanan.

Waktu 5 tahun orang tersebut bisa dibilang terbuang sia-sia.

Apa yang ia pelajari 5 tahun akhirnya hanya terpakai sedikit, atau malah tidak terpakai sama sekali.

Sangat disayangkan, padahal jika 5 tahun tersebut dipakai untuk mempelajari ilmu yang sesuai dengan bidang pekerjaannya, tentu orang tersebut sudah menjadi pakar dan sukses di bidangnya.

Ingat hukum 10.000 jam, untuk menjadi ahli dalam sesuatu, minimal Anda perlu mempelajari hal tersebut selama 10.000 jam.

Dalam 5 tahun bukan tidak mungkin 10.000 jam tersebut bisa dicapai.

Ketika lulus SMA, misalnya Anda bisa memilih mau kerja saja atau kuliah?

Anda tidak bisa memilih keduanya, Anda hanya bisa memilih salah satu.

Dan pilihan Anda selalu mengorbankan suatu hal lainnya untuk mendapatkan sesuatu nantinya.

Jika Anda saat ini sedang kuliah Anda bisa memilih, bermalas-malasan atau belajar.

Anda bisa memilih malam ini mau nongkrong atau belajar membuat online shop yang sukses.

Anda bisa memilih besok mau jalan-jalan atau mendengarkan video pembelajaran tentang management skill.

Besok lusa Anda bisa memilih mau tidur-tiduran atau membaca buku saja.

Hidup ini pilihan. (Apakah Anda memiliki contoh lain? silahkan menyampaikan melalui komentar di bawah)

Jika Anda memilih nongkrong saja, berarti Anda mengorbankan waktu tersebut dan kedepannya Anda akan mendapatkan kesenangan dari nongkrong tersebut.

Jika Anda memilih belajar membuat online shop, Anda mengorbankan waktu tersebut dan kedepannya Anda bisa mendapatkan penghasilan dari toko online yang Anda buat.

Anda harus berhikmat dalam memilihnya.

Jika Anda memilih bermalas-malasan, Anda bisa mendapatkan kemiskinan sebagai gantinya.

Dalam keuangan juga misalnya, Anda memilih membeli gadget terbaru atau menginvestasikannya ke saham.

Setelah setahun kemudian, gadget yang Anda beli turun harganya hingga 50%, sedangkan saham yang pernah Anda incar sudah meningkat 100%.

Dalam kehidupan percintaan, Anda bisa memilih berpacaran dan menikah dengan si A atau si B. Jika salah pasangan, Anda bisa mengalami neraka di dunia ini.

Dari sini kita melihat, opportunity cost bergantung dari 2 hal yaitu kesalahan mengambil pilihan dan tidak mengambil pilihan.

Memang tidak semua pilihan isinya baik.

Jika Anda dihadapkan pada 2 pilihan yang sama-sama merugikan, pilihlah yang ruginya terkecil.

Sebenarnya untuk mengalami opportunity cost yang benar Anda hanya perlu sadar akan diri Anda dan menggunakan akal budi Anda semaksimal mungkin untuk memilih pilihan yang benar.

Dan yang terpenting jangan lupa meminta Tuhan untuk menuntun hidup Anda, sebelum Anda terhindar dari lubang opportunity cost yang salah dan berkubang di sana entah sampai kapan.

Ada kalanya juga Anda melakukan trade off yang salah karena kurang pengetahuan.

Manusia bisa binasa karena kurang pengetahuan.

Orang yang tidak berpengetahuan tentang pesawat jika disuruh menerbangkannya tentu akan binasa.

Oleh karena itu kembangkanlah pengetahuan Anda dengan banyak-banyak membaca, membaca blog reforming heart ini juga misalnya, hehe.

Renungkanlah hidup Anda, apakah Anda berada di track yang benar atau sedang berada di kubur opportunity cost.

Sadari dan ubah apa yang Anda lakukan dan kerjakan setiap hari.

Sampai bertemu lagi di kehidupan yang akan datang.

Bandingkanlah diri Anda setelah membaca blog ini dan sebelumnya.

1 tahun setelah Anda membaca blog ini, saya yakin Anda sudah menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan jauh lebih luar biasa dari sebelumnya.

Jangan lupa membaca artikel lanjutan dari artikel ini :

Memasuki Usia Kepala Dua? Jangan Cemas, Ini 9 Pemikiran yang Anda Butuhkan Memasuki Usia 20 Tahun Bagian 2

Hidup hanya sekali, hiduplah dengan dahsyat!

Bagaimana menurutmu? Berikan pendapatmu melalui komentar dibawah

Follow Us On Social Media :
2 comments on “Yang Harus Disadari, Diketahui, dan Dilakukan di Usia 20 Tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *