Social Media : Yang Harus Anda Hindari dan Manfaatkan

Sosial Media : Yang Harus Anda Hindari dan Manfaatkan

credit picture : trofos

 

Topik ini sebenarnya sangat umum, kontroversial, penuh pro dan kontra, sayangnya kita jarang melihat dari berbagai perspektif dan menjudge jika media sosial itu lebih banyak efek negatif yang padahal tidak juga, meski memang benar

Social media ibaratkan pisau, baik jika dipakai untuk memasak makanan yang enak di dapur, buruk jika dipakai untuk kejahatan

Semua tergantung masing-masing pribadi, bagaimana kita menggunakan dan mengkonsumsi social media.

So, perbanyak perspektif Anda mengenai social media melalui artikel ini salah satunya

Sebelumnya yang perlu kita ketahui soal social media :

Sadar tidak sadar, kemunculan social media sudah mengubah lifestyle masyarakat secara luas termasuk kita sendiri

Social media mengubah cara kita hidup sehari-hari

Inilah salah satu power social media yang powerfull, contohnya saja instagram

Yang dulunya tidak suka kopi, jadi sering ke coffeshop untuk sekedar foto instagenic, bahkan sampai jadi hobi ngopi

Duduk di tempat makan yang bagus bisa berjam-jam, karena sekarang makan + foto-foto + tidak luka insta stories dan mungkin boomerang

Well, mungkin Anda sendiri sadar lifestyle apa saja yang sudah Anda jalankan semenjak menggunakan social media, dan sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal itu, mengapa? Berikut saya jelaskan di bawah

Yang bisa dimanfaatkan dari social media :

1. Sebagai lapangan pekerjaan, tempat cari duit

Mungkin kita sering salah kaprah terhadap teman kita yang hobinya nongkrong di coffeshop, instagramnya penuh foto kopi, atau makanan semua, bisa juga isinya jalan-jalan terus kemana-mana seakan-akan mereka bahagia jika hidup mereka dipamerkan.

Seakan hidup mereka ditentukan oleh bagusnya foto mereka, jumlah follower, like, dan pujian yang mereka terima.Semua seakan harus dipamerkan agar mendapat kebahagiaan, dan kita menganggap ah mereka cuma kepengen banget eksis.

Stop, jika Anda masih berpikir seperti itu.

Coba bayangkan usaha mereka dalam membuat foto yang bagus, percayalah tidak mudah awalnya untuk bisa membuat konten foto yang bagus, semua butuh usaha yang konsisten.

Mungkin awalnya mereka hanya coba-coba foto ala-ala tersebut, tapi tambah lama mereka jadi menemukan passion mereka kalau passion mereka di sana, yang lama kelamaan akhirnya menjadi pekerjaan mereka, mungkin food blogger, fashion/lifestyle blogger, influencer, travel blogger, dan yang lainnya.

Tidak ada yang salah dengan hal ini, semua membutuhkan proses, menjadi blogger blogger seperti di atas tidak mudah, membeli follower pun tidak bisa mencapai itu, ada harga yang harus dibayar, ada kerja keras yang harus dibayar, jika memang itu passion dan lapangan pekerjaan mereka, mengapa harus menghakimi mereka?

Bisa saja karena hobi foto makanan, makanan Indonesia menjadi lebih dikenal sampai dunia international. Let us think from different perspectives, don’t  only judge!

2. Bertemu orang baru

Dalam bersocial media, namanya juga bersosialisasi, jelas kita bersosialisasi dengan manusia

Kita bisa menemukan komunitas baru disini, orang-orang yang menginspirasi, bukan tidak mungkin kita bisa mendapatkan koneksi, orang-orang yang berpengaruh dalam hidup kita melalui social media.

Berbeda dengan zaman konvensional, sekarang untuk mencari koneksi bisnis tinggal mencarinya melalui search, dan mengkontaknya melalui komentar atau direct message

Berbeda dengan zaman dulu yang harus melalui mulut ke mulut, atau hanya diketahui segelintir orang.

Jangan pakai hanya untuk mencari gebetan, pakai untuk sesuatu yang lebih berguna bagi masa depanmu, cari koneksi yang berguna bagi hidupmu dan orang lain

3. Untuk personal branding

Sadar tidak jika social media Anda itu sebenarnya adalah CV online Anda

Bahkan banyak perusahaan sekarang dalam interview kerja akan melihat social media kita dulu

Karena sebenarnya apa yang kita tampilkan di social media, secara tidak langsung juga menampilkan kepribadian kita

Habislah kita jika social media kita penuh dengan info hoax yang kita share, atau post-post tidak karuan yang kita like/komentar, apalagi status yang kita update isinya “enggak banget”

Pakai social media untuk menginspirasi orang lain, jika tidak bisa membuat foto yang bagus mungkin bisa sekedar membuat caption yang bisa menginspirasi, atau share konten yang berkualitas, karena itu menunjukan Anda setuju dengan kualitas konten tersebut

Buat social media kita semenarik mungkin, karena itu akan menambah nilai jual kita juga, Ingat nilai diri kita, kepribadian kita akan terlihat dari social media kita, pakai social media untuk portofolio Anda

Diri kita positif atau tidak bisa kelihatan dari social media kita

4. Tempat mempublish karya Anda

Social media sekarang ini sangat menguntungkan orang-orang yang kreatif, yang membuat karya tapi belum memiliki platform untuk menampilkan karya mereka

Banyak orang yang berbakat dan berkarya, namun belum ada tempat untuk menampilkan karya mereka, untunglah sekarang ada tempat untuk bisa memperlihatkan kebolehan mereka semudah klak klik

Mungkin dance, fotografi, sastra, design, caligraphy, fashion stylist dan sebagainya.

So, tunjukkan karyamu, siapa tahu karya anak bangsa bisa go international (Amin!)

5. Mencari inspirasi, Menginspirasi orang lain

Social media merupakan gudangnya ide-ide kreatif, jika sedang mengerjakan sesuatu dan tidak ada ide, cari saja di pinterest misalnya hal-hal yang menginspirasi

Jadi jangan pakai sosmed hanya untuk foto alay, ajang pamer, tapi pakai social media untuk menginspirasi orang lain

Seperti yang sudah dijelaskan diatas sebelumnya, buat caption yang berkualitas jika susah membuat foto yang aesthetic, tunjukkan karya-karya Anda yang bisa menginspirasi orang lain

Anda tidak akan tahu siapa yang akan terinspirasi oleh social media Anda

Jangan hanya mencari inspirasi, jadilah inspirasi tersebut selama ada waktu dan masih hidup

 

Yang harus dihindari dari social media :

1. Menyebarkan hoax

Menyebarkan berita palsu, fitnah, kebencian hanya merugikan orang lain dan diri sendiri , ironisnya banyak orang yang hobi menyebakarkan hoax baik di grup whatsapp/line sebelah.

Sayang sekali menyebarkan informasi abal-abal seperti ini hanya akan membuat kita terlihat katro. Disatu sisi kita sering mengatakan jangan berbuat kejahatan, tapi disisi lain kita menyebarkan hoax yang berisi kebencian, tanpa mencerna dulu isi konten yang akan kita sebarkan

Informasi tentang hoax bisa Anda baca di artikel yang sudah pernah saya tulis sebelumnya yaitu : Ironis! Hidup Kita Kini Dikuasai Sampah Bernama HOAX

2. Mencari pengakuan

Kebalikan dari manfaat pertama yang diatas tadi. Jika tadi dikatakan jangan menjudge orang-orang yang kelihatan mencari follower tapi sebenarnya hanya menjalankan passion mereka,

Disini kita membahas pola pikir yang salah dalam menggunakan social media, banyak orang yang terjebak dalam menggunakan social media, kalau hidup mereka itu ditentukan jumlah follower

Kalau nilai diri mereka itu ditentukan jumlah follower, jumlah like, jika banyak barulah dia merasa diakui

Semua seakan harus berbicara soal lifestyle ku yang keren, penghasilanku, semuanya soal diriku yang keren, i, me, myself, pokoknya saya keren, feed keren, follower banyak, dapat pujian banyak

Padahal jika ada 1 follower saja, tapi dia merasa tertolong hidupnya oleh konten yang Anda share/upload melalui social media Anda itu jauh lebih berharga daripada memiliki banyak follower

Nilai diri kita ditentukan oleh prinsip yang kita pegang dan praktekan bukan perkataan orang lain.

3. Berbeda antara feed dengan kehidupan nyata

Berapa banyak orang yang sebenarnya tidak pesan makanan di restoran yang bagus tapi untuk numpang foto-foto saja?

Seperti mau memperlihatkan dirinya berada, padahal tidak dan belum waktunya

Atau membuat status yang bijak sekali, tetapi sekali bertemu di dunia nyata sangatlah berbeda dengan apa yang dikatakannya

Ada juga yang berkepribadian ganda, di social media ribut, di dunia nyata tidak

Sebenarnya tidak ada yang salah kok menjadi diri sendiri

It’s okay to be yourself, setiap orang unik tidak perlu membanding-bandingkan diri dengan orang lain, dan meniru mereka, seperti yang sering kita dengar diatas langit masih ada langit

Be proud of yourself, dan jadilah apa adanya di dunia offline dan online, hanya jangan membiarkan diri terus jadi apa adanya, kita perlu terus berkembang

 

Sekali lagi semua kembali ke diri kita masing-masing, bagaimana kita menggunakan social media itulah yang penting, bukan masalah social media berdampak negatif/positif

Tapi masalah diri kita, apakah kita individu yang positif atau negatif?

Jika positif kita juga akan menggunakan segala sesuatu dengan positif juga termasuk social media

Bagaimana menurutmu? Sampaikan melalui komentar dibawah

Follow Us On Social Media :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *