Siapa Aku? Mengapa Jati Diri yang Salah Bisa Menghancurkan Hidup Anda?

 

mencari jati diri sendiri

Apa arti jati diri yang sebenarnya?

Apa jati diri saya?

Bagaimana saya bisa mencari jati diri saya sendiri?

Sebenarnya jati diri saya sendiri itu apa. .

Tidak dapat dipungkiri lagi, jati diri merupakan  permasalahan setiap orang baik muda ataupun tua, baik Anda dan saya.

Jati diri sangat mempengaruhi kehidupan kita, yang berbahaya adalah ketika tanpa kita sadari, ternyata jati diri kita bisa menghancurkan hidup kita sendiri.

Inilah yang banyak orang tidak menyadarinya.

Jadi apa sebenarnya jati diri itu?

Jati diri disebut juga sebagai konsep diri atau gambar diri / citra diri.

Sederhananya jati diri adalah apa yang Anda percayai (nilai) tentang diri Anda sendiri.

Sebuah quote mengatakan You are what You think.

you don't think what you are, you are what you think Click To Tweet

Anda adalah apa yang Anda pikirkan.

Perkataan ini benar sekali, apa yang kita pikirkan di dalam hati kita, itulah kita.

Seperti di dalam, begitu juga di luar.

Kabar buruknya ternyata jati diri kita bisa salah.

Kita bisa salah tentang menilai diri kita sendiri ini.

Jati diri yang salah inilah yang menyebabkan kehancuran tersebut.

Pemikiran yang salah tentang diri sendiri akan membawa kita ke hidup yang salah juga.

Begitu juga sebaliknya.

Seakan kita menaruh cermin di depan kita.

Kemudian mulai membayangkan bagaimana orang lain melihat kita.

Apakah kita jelek, berpenampilan menarik, mengganggu atau aneh?

Bayangkan Anda mengajukan pertanyaan ini pada diri Anda sendiri :

Apa sifat saya yang sebenarnya?

Apa badan saya kuat atau lembek?

Apa saya orang yang bahagia atau sedih?

Apa orang-orang menyukai atau membenci saya?

Apa mereka menghargai saya?

Apa pendapat mereka tentang penampilan saya?

Apa saya ganteng atau cantik atau buruk rupa?

Bagaimana orang lain akan memandang saya?

Dari berbagai pertanyaan yang Anda ajukan pada diri Anda sendiri seperti di atas, Anita taylor mengatakan jati diri sebagai apa yang Anda pikirkan dan apa yang Anda rasakan tentang diri Anda.

Baca juga : Untuk Apa Saya Hidup?

“all you think and feel about you, the entire complex of beliefs and attitudes you hold about your self”.

Inilah yang dinamakan self image.

Jika saya memercayai perkataan orang lain bahwa saya orang yang bodoh, saya akan bertindak sebagaimana orang bodoh.

Jika saya dipuji pintar, citra diri saya akan terbentuk, bahwa saya orang yang cerdas.

Bila mahasiswa mempercayai dirinya sebagai mahasiswa yang baik, dia akan mengerjakan tugas dengan sebaik mungkin, tidak pernah telat atau bolos kelas, mencatat sewaktu proses pembelajaran, memperhatikan dosen dengan baik, sehingga mendapat nilai yang terbaik.

Jati diri berpengaruh penting dalam kehidupan manusia.

Lawrence J. Crabb seorang psikolog mengatakan bahwa kebutuhan pribadi yang mendasar dari setiap orang adalah menganggap dirinya sebagai pribadi yang berharga.

Oleh karena itu di bawah ini, kita akan membahas tentang jati diri yang salah, mengapa kita bisa memiliki jati diri yang salah.

Baca juga : Kenali dirimu sendiri atau hidupmu seperti binatang

 

Jati Diri yang Salah & Negatif

Kebanyakan orang termasuk saya terjebak memiliki jati diri yang salah karena membenarkan rumusan berikut:

Harga diri saya = penampilan saya + perkataan orang lain

Perkataan orang lain, perkataan orang-orang di lingkungan di mana kita bergaul mempengaruhi persepsi kita tentang diri kita sendiri.

Sayangnya kita lebih suka mempercayai perkataan orang lain, padahal perkataan seseorang terlalu subjektif untuk dijadikan kebenaran tentang diri kita.

Sebuah riset membuktikan bahwa kecenderungan manusia adalah mengingat hal negatif dari pada yang positif.

Untuk itu ada pepatah panas setahun dihapus hujan sehari.

Seberapun kita berbuat baik, pada akhirnya orang akan mengingat perbuatan kita yang negatif.

Akan bodoh jika kita mempercayai perkataan orang lain begitu saja.

Harry Stack Sullivan menjelaskan bahwa jika kita diterima orang lain, diakui, dihormati, disenangi karena keadaan diri kita, kita akan cenderung bersikap dan menghormati diri kita.

Bila orang lain selalu meremehkan kita, menyalahkan kita dan menolak kita, kita akan cenderung tidak akan menyenangi diri kita.

Lingkungan di mana Anda bergaul juga membentuk jati diri kita.

Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.

Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, siapa bergaul dengan pencemooh menjadi pencemooh.

Seandainya saja Anda duduk bersama dengan Bill Gates, Steve Jobs, Warren Buffet untuk 20 menit saja, saya yakin Anda pasti menerima sesuatu yang berharga di waktu yang singkat itu.

Baca juga : 8 hal kecil yang dapat menghancurkan masa depan Anda, tanpa Anda sadari

 

Akibat Jati Diri yang Salah / Negatif

  1. Banyaknya masalah emosional yang menghancurkan potensi yang kita miliki

Misalnya saja perasaan minder, tidak berguna, hanya sampah, rasa tidak berharga, stress, putus asa.

Masalah-masalah emosional ini jika tidak dibereskan hanya akan membuat kita ‘stuck’ dan tidak bertumbuh kemana-mana.

Jika bertumbuh pun, kita bertumbuh ke arah yang buruk.

          2. Peka pada kritik

Orang yang memiliki jati diri negatif tidak akan tahan pada kritik.

Ketika dikritik orang ini akan mudah marah, tidak terima, kritik orang lain dipandang sebagai usaha untuk menjatuhkan harga dirinya.

Sering kali mecoba mempertahankan pendapatnya meski argumennya sudah salah.

Sehingga menjadi pribadi yang tidak aman, susah menerima nasihat, kritik yang membangun.

Dalam pergaulannya orang tersebut bisa menjadi orang yang sangat sensitif, selalu negative thinking, mudah salah paham, mudah tersinggung, rendah diri, penuh prasangka.

Apa ada teman Anda yang seperti itu?

         3. Respon pada pujian

Sebaliknya, orang yang memiliki jati diri negatif sangat menyenangi pujian.

Orang tersebut tidak bisa menyembunyikan antusiasmenya waktu menerima pujian, segala yang berbau menaikkan harga dirinya sangat disenangi.

         4. Terjebak dalam ambisi yang salah

Jati diri negatif membuat kita mencoba meraih kesuksesan untuk mendapatkan pengakuan.

Akibatnya akan terbentuk kecenderungan sikap seperti memaksakan diri, perfeksionis, workaholic, atau menjadi pribadi yang menarik diri untuk menghindari kegagalan, atau malah menjadi sombong, merasa diri paling hebat dan semua pencapaian adalah hasil kemampuannya sendiri.

          5. Cenderung merasa tidak disenangi orang lain

Orang yang gambar dirinya negatif mudah merasa tidak disenangi orang lain, sering merasa tidak diperhatikan, karena itu dia bereaksi pada orang lain sebagai musuh sehingga tidak bisa bersahabat dengan akrab dengan orang lain.

Ia menggangap dirinya korban dari dunia yang tidak adil, mengasihani diri sendiri, tetapi dia tidak akan mempersalahkan dirinya sendiri.

          6. Pesimis dalam segala hal

Konsep diri negatif membuat seseorang pesimis dalam banyak hal, terutama dalam berkompetisi dalam membuat prestasi.

Dia akan menganggap dirinya akan kalah melawan orang lain, tidak berdaya dalam persaingan yang ada.

Dengan banyak efek negatif dari jati diri yang salah, tidak heran masa depan Anda bisa hancur olehnya.

Saya yakin Anda mengalami beberapa dari akibat jati diri yang salah di atas, begitupun saya.

Tidak ada orang yang pernah lepas dari jati diri yang salah, bahkan orang yang mencoba menjadi pribadi yang perfeksionis saja sebenarnya akibat dari jati diri yang salah juga.

Sedangkan orang yang memiliki jati diri yang positif memiliki banyak keuntungan seperti berikut :

Ciri Jati Diri yang Positif

Singkatnya, orang yang memiliki jati diri positif ditandai hal-hal berikut :

1. Ia yakin akan kemampuannya mengatasi masalah.

2. Ia mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan bagian dirinya yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya.

3. Ia menerima pujian tanpa rasa malu.

4. Ia merasa setara dengan orang lain.

5. Ia menyadari, bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak semuanya disetujui masyarakat.

6. Mulai peduli akan kebutuhan orang lain, ada kasih ke sesama. Hubungannya dengan sesama akan lebih baik dari sebelumnya.

7. Hati yang bergembira, penuh sukacita meskipun terkena masalah, ada sukacita yang terpancar dari raut wajahnya.

Orang yang memiliki jati diri positif akan memiliki perbuatan yang positif juga.

Orang seperti ini cenderung lebih sukses daripada orang yang memiliki jati diri negatif.

Jati diri yang benar-benar buruk dan parah bisa menjadikan seseorang pribadi yang benar-benar buruk juga.

Misalnya saja orang yang LGBT, psikopat. Mereka menjadi seperti itu bukan tanpa alasan.

Banyak aspek yang mempengaruhi jati diri mereka, sehingga mereka menjadi seperti itu.

Orang psikopat misalnya, sebenarnya banyak orang psikopat di sekitar kita, hanya saja tidak kita sadari.

Tidak heran mengapa banyak film bertemakan psikopat seperti the saw atau human centipede. Film tersebut dibuat karena tentu ada pasarnya.

Saya kadang heran mengapa ada orang yang bisa menyukai film psikopat, tapi tentu mereka tidak akan menyukai suatu hal tanpa alasan.

Mereka tidak akan membuat film psikopat jika tidak ada orang yang menyukainya atau tidak ada target pasar.

Ini berarti mereka sang pembuat film psikopat sudah terlebih dulu meriset pasar, apakah banyak orang yang menyukai psikopat.

Jika banyak film psikopat bermunculan, misalnya sekarang ini, ini menandakan banyak orang-orang dengan jati diri yang salah ini yang akhirnya menjadi psikopat.

Orang-orang bisa menjadi psikopat kebanyakan karena pengalaman masa lalunya yang kelam.

Misalnya saja dijahati sewaktu kecil, diperlakukan tidak adil. Karena ini, orang korban kejahatan itu menyimpan dendam sampai bertahun-tahun kemudian, hanya saja tidak bisa dilampiaskan.

Karena tidak bisa dilampiaskan, orang tersebut jadi menyenangi film psikopat, betapa senang hatinya melihat orang-orang disiksa, dengan membayangkan orang yang menjahati mereka dulu menjadi orang yang disiksa di film itu.

Betapa senang hatinya ketika dendamnya serasa bisa dipuaskan di penyiksaan di film tersebut.

Kaum LGBT juga sama. Artikel tentang LGBT juga sudah pernah saya tuliskan di        Apa yang terjadi seandainya LGBT dilegalkan di Indonesia?

Orang bisa menjadi LGBT salah satunya karena perlakukan yang tidak menyenangkan sewaktu kecil.

Misalnya seorang anak sewaktu kecil sering dipukuli ayahnya dengan keras dan parah.

Ini membentuk jati diri pada anak tersebut, anak tersebut tanpa sadar mempersepsikan ayahnya yang gagah, pria yang perkasa sebagai makhluk yang kasar dan tidak bermoral.

Pada akhirnya ketika anak itu tumbuh dewasa, anak itu bisa menjadi banci, membenci pria karena pria itu makhluk yang kasar.

Bukannya sudah banyak berita orang yang melakukan sodomi, dulunya sewaktu kecil pernah disodomi juga?

Lebih menyedihkan lagi banyak orang tua yang membuat jati diri anak menjadi buruk.

Padahal seharusnya orang tua membangun anaknya bukan menghancurkan.

Misalkan saja orang tua yang memaki anaknya “dasar anak bodoh” “anak tidak berguna” “ketukar di rumah sakit ya”.

Apalagi jika perkataan tersebut diucapkan pada anak yang masih kecil.

Anak tersebut bisa memiliki jati diri yang negatif yang bisa berakibat buruk sewaktu dia sudah besar, tidak heran ada anak yang sudah besar malah memberontak melawan orang tuanya.

Anak kecil tersebut bisa berpikir, jika saya tidak berguna mengapa saya harus tinggal di rumah ini? saya ingin bebas.

Jadi apa yang harus saya lakukan untuk memiliki jati diri yang benar?

Perhatikan rumusan berikut :

Harga (Nilai) Diri Saya = Pribadi Saya + Apa Kata Tuhan

Jika ingin memiliki jati diri yang benar, utuh, sehat kita harus melihat diri kita dari bagaimana Tuhan memandang kita. Apa kata Tuhan tentang kita.

Bukan kata orang lain atau pengalaman masa lalu kita, atau juga perlakukan orang lain.

Tuhan adalah pencipta manusia, Ia yang menciptakan kita.

Di luar apa kata Tuhan, maka itu adalah pandangan atau jati diri yang salah.

Tuhan sudah menerima kita apa adanya, Dia mengakui kita apa adanya dan mengasihi kita tanpa syarat.

Jadi akankah Anda mendekat kembali kepada Tuhan? dan mempercayai Firman-Nya?

Karena perkataan Tuhan adalah mutlak dan pasti benar.

Percayalah pada perkataan-Nya dan jati diri Anda akan dipulihkan, namun berikut ada beberapa tips melalui diri Anda sendiri untuk meningkatkan harga diri Anda

Meningkatkan Harga Diri, Walau Sedang Terjatuh

Kamu mungkin sedang menghadapi kondisi di mana kamu merasa tidak memiliki apa-apa. Kamu terjebak dalam pusaran hutang yang menumpuk, prestasi kuliahmu terjun bebas, dan hubungan cintamu tidak selancar harapanmu.

Tentu saja kondisi macam itu selalu gampang membuat harga diri seseorang jatuh dalam titik nadir. Adakah cara untuk meningkatkan harga diri dalam kondisi nasib yang sedang gamang dan sepertinya tidak berpihak padamu?

Kamu wajib tahu bahwa perasaan rendah (harga) diri bisa disebaban oleh banyak hal. Artikel berjudul Membangun Kepercayaan Diri dan Harga Diri menyebut trauma masa kecil, pelecehan fisik atau seksual, serta pelecehan emosional, penolakan, dan keterpisahan dari figur orang tua menjadi beberapa faktor penyebab munculnya perasaan rendah diri.

Seiring dengan bertambahnya angka usiamu, perasaan rendah (harga) diri bisa disebabkan lebih banyak faktor seperti kesehatan yang memburuk, kehilangan pekerjaan, perceraian, maupun kurangnya rasa cinta dalam sebuah hubungan. Itulah beberapa hal yang bisa menjelaskan mengapa kamu saat ini mungkin sedang mengalami perasaan rendah (harga) diri.

Tidaklah mudah untuk keluar dari jeratan perasaan rendah (harga) diri, karena perasaan rendah (harga) diri yang berlarut-larut bisa menyebabkan penyimpangan serta gangguan mental. Yang paling parah: kamu mungkin bisa terjerat depresi jika tidak bisa keluar dari lingkaran setan macam itu.

Tapi jangan khawatir, saya punya beberapa solusi untuk meningkatkan harga diri:

  1. Cobalah berpikir positif

Semua orang punya masalahnya masing-masing, dan terkadang rasa rendah (harga) diri menjadi sebuah perasaan yang tidak bisa dihindari. Tetapi cobalah ingat bahwa kamu adalah seseorang yang berharga, special, dan unik. Karena itulah kamu layak untuk menghargai dirimu sendiri setinggi-tingginya. Bagaimanapun kamu adalah bagian ajaib dari semesta, dan kamu tidak perlu merasa menjadi orang kecil.

Sebab keunikanmu tidak bisa disamakan dengan yang lain. Itulah kenapa kamu perlu mengidentifikasi sekaligus menantang segala macam pemikiran negatif tentang dirimua. Jangan pernah merasa bahwa kamu pecundang, tidak pernah melakukan segalanya dengan benar, atau merasa tidak pernah ada satu pun orang yang menyukaimu. Kamu adalah kamu, dengan keunikanmu sendiri.

1.Makanlah makanan sehat, sebagai bagian dari diet seimbang

Jangan salah, makan enak bisa membahagiakan orang. Buatlah menu makanan spesial, dan buatlah momen ketika makannya menjadi sebuah momen spesial – walaupun kamu makan sendirian. Matikan televisimu, siapkan meja makan serapih mungkin, nyalakan lilin, dengan demikian kamu bisa membuat sesi makan yang sangat spesial bagi dirimu. Pendek kata, perlakukanlah momen sekecil apapun sebagai satu hal yang spesial.

Baca : 7 Kebiasaan yang diperlukan sebelum masuk ke usia 30 tahun

  2. Kenalilah kekuatan dan pencapaianmu

Carilah teman-teman yang bisa mendukungmu dalam mengembangkan kelebihan, kekuatan, maupun menyokong pencapaianmu. Orang-orang yang hidup dengan perasaan rendah (harga) diri tidak memiliki semangat untuk berpikir positif. Jadi: buatlah daftar tentang kekuatan dan kelebihanmu, serta pencapaian-pencapaian yang telah dilakukan; dan baca daftar itu setiap pagi. Dengan begitu kamu akan lebih termotivasi untuk melakukan lebih banyak hal positif

3.Bersihkan diri dan pakailah sesuatu yang bagus

Ini adalah hal sederhana, namun seringkali tidak terpikirkan oleh orang yang selalu menganggap dirinya negatif. Mandilah yang rutin, bersihkan kuku, rambut, serta setrikalah bajumu. Kemudian kenakanlah sesuatu yang bagus supaya orang lain melihatmu sebagai individu yang siap diberi tantangan kapan saja.

4.Berolahragalah

Saya mungkin sedang main-main, namun tidak. Saran satu ini perlu kamu lakukan, supaya pikiranmu tersegarkan kembali. Lakukanlah olahraga ringan (jogging, misalnya) setidaknya tiga kali seminggu. Badanmu akan segar, dan pikiranmu bakal lebih cemerlang.

Kamu tidak perlu melakukan semua hal yang saya sebut di atas. Lakukanlah beberapa hal, atau satu hal saja tidak mengapa, yang penting adalah melakukan sesuatu yang menurutmu paling nyaman untuk kamu lakukan.

Bermanfaat?

Share ya

 

Follow Us On Social Media :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *