Ini 8 Cara Meramal Masa Depan Anda

ramalan masa depan

Semua manusia selalui menginginkan kehidupan yang lebih baik.

Anda dan saya pun sama.

Kecenderungan otak manusia adalah mencari nikmat, menghindari sengsara.

Itu sudah pasti.

Tidak ada orang yang mau menderita.

Semua manusia mau hidup sukses.

Anehnya, orang-orang yang berhasil mendapat kehidupan lebih baik ternyata tidak banyak.

Jika melihat fakta, banyak orang yang membuat hidupnya sendiri semakin susah.

Meskipun manusia selalui mencari sesuatu yang lebih.

Baca juga : Kenali Dirimu Sendiri atau Hidupmu Sama Seperti Binatang

Uang lebih, bahagia lebih, sehat lebih, cantik lebih, ganteng lebih, dan sebagianya..

Hanya sebagian orang yang benar-benar mau berusaha mendapatkannya.

Selebihnya?

Sebagian besar orang menyusahkan dirinya sendiri.

Hidup sudah susah dibuat lebih susah lagi.

Dan anehnya orang-orang tersebut malah protes, mengapa hidupnya menderita dan susah?

Misalnya saja ada orang yang kekurangan uang, dan anehnya orang tersebut tetap merokok.

Sudah tidak ada uang, tapi membuat dirinya sendiri lebih tidak ada uang lagi.

Ketika sudah masa kritis, dia malah menyalahkan lingkungan sekitarnya.

Kita perlu sadar saudara.

Masa depan adalah apa yang Anda lakukan saat ini.

Masa lalu mempengaruhi Anda, tetapi masa sekarang lebih mempengaruhi Anda lagi.

Masa depan Anda adalah saat ini.

Apa yang Anda lakukan di masa sekarang.

Bukan masa lalu atau masa depan.

Masa depan Anda terbentuk dari apa yang Anda lakukan hari ini, bukan besok. Click To Tweet

Untuk bisa mengetahui bagaimana meramal masa depan Anda, ada beberapa hal yang bisa Anda perhatikan saat ini di hidup Anda.

Berikut ada 8 hal kecil pertama yang bisa menghancurkan masa depan Anda tanpa disadari yang akan segera saya jabarkan.

Kita sudah sering mendengar banyak penyebab kehancuran bukan karena hal besar.

Tetapi hal kecil.

Kapal titanic yang besar bisa tenggelam karena batu es yang kecil, bukan yang besar.

Batu yang besar mudah dihindari.

Sedangkan hal kecil, tidak begitu nampak, tidak begitu diperhatikan, tetapi ternyata sangat berbahaya.

Motor bisa oleng dan jatuh oleh karena kerikil yang kecil, batu yang besar jelas mudah dihindar.

Hal kecil yang mematikan ini juga terjadi pada musibah roket challenger.

Roket yang besar tersebut bisa meledak karena memiliki masalah pada O-ring nya (cincin di dalam roket tersebut).

Begitu juga masa depan kita.

Masa depan kita bisa hancur karena hal-hal kecil yang tidak kita sadari, dan perhatikan.

Berikut 8 hal kecil tersebut :

  1. Malas

Mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi, tidur sebentar lagi.

Baring sesaat lagi, guling-guling sesaat lagi.

Maka tidak heran kemiskinan akan datang ke kita.

Seperti kata Bong Chandra.

kemalasan

sumber gambar : google

 

 

 

 

 

 

 

 

Tuhan memang tidak membenci orang malas, tapi Ia mengizinkan orang lain mengambil rezekinya.

Malas itu sebenarnya wajar.

Semua orang pernah malas.

Orang sukses sekalipun.

Saya sendiri juga sebenarnya orang yang malas.

Tetapi saya mencoba untuk melawannya.

Kita harus berusaha untuk mengalahkan ‘daging’ kita ini.

Bisa kita mulai dengan memaksakan diri kita untuk tidak malas.

Tidak ada cara lain selain memaksakan diri kita ini.

Kita tidak bisa menunggu malas itu hilang sendiri.

Berikutnya bisa kita lanjutkan dengan berpikir ke depan.

Jika kita malas apa efek ke depannya.

Apa yang terjadi seandainya saya malas mandi?

Apa yang terjadi seandainya saya malas belajar untuk ujian besok lusa?

Jangan sampai menyesal di kemudian hari.

 

       2. Apatis / Acuh Tak Acuh

Semakin maju zaman semakin hancur juga zaman.

Semakin manusia maju semakin hancur juga kemanusiaan.

Bisa dilihat dari sikap ‘i don’t know, i don’t care’ yang bermunculan yang dimiliki masyarakat, terutama anak muda.

Dengan teknologi yang maju dan social media, generasi muda ternyata menjadi lebih individualis.

Hanya mementingkan diri sendiri, bodo amat dengan apa yang terjadi di sekitarnya.

Biasanya hanya bisa mengkritik, kritik kritis tanpa dasar yang jelas, dan tidak memberikan solusi apa-apa.

Apalagi yang terpenting dalam kehidupan anak-anak muda sekarang adalah hidup hedon (hedonisme).

Fashion harus bagus, mewah, bisa makan di tempat mahal, yang penting dirinya senang.

Bersenang-senang terus dan tidak mau peduli keadaan sekitar.

Sikap bodo amat ini bukan hanya dengan lingkungan sekitar.

Tetapi juga bodo amat dengan diri sendiri.

Mulai dari tidak mau tahu hubungannya dengan Tuhan, yang penting happy, tidak mau tahu kewajibannya sekarang, yang penting happy.

Tanpa sadar saat masalah datang, barulah dia pusing.

Dan sayangnya sudah terlambat.

Seperti kata pepatah : ‘Galilah Lubang Sebelum Buang Air Besar’

Ini benar sekali, sudah terlambat jika sakit perut dulu dan baru menggali lubang karena sikap bodo amat kita ini.

 

       3. Pujian

Tidak ada orang yang tidak menyenangi pujian.

Hanya saja pujian itu semacam pedang bermata dua.

Bisa membangun kita atau malah menjadi kata-kata indah yang mematikan kita. secara perlahan

Dengan pujian kita bisa semakin termotivasi untuk semakin maju.

Atau terlena dengan pujian yang membuat kita ‘mati’ tanpa kita sadari.

Pujian itu sebenarnya baik, tergantung bagaimana kita yang menerima pujian, memberi respon.

Apakah semakin termotivasi.

Atau membuat kita merasa superior, hebat, dan tidak perlu melakukan apa-apa lagi, karena memang kita sudah hebat.

Saya masih ingat sewaktu SD, ada teman adik saya yang pintar dan sering dipuji gurunya.

Betapa kagetnya di akhir semester, anak tersebut ternyata tidak naik kelas.

Ternyata pujian gurunya membuat dia menjadi stagnan, karena merasa sudah pintar dan tidak perlu belajar lagi.

Kita perlu berhati-hati dengan pujian.

 

       4. Ketakutan

Ketakutan itu sebenarnya juga baik.

Takut akan Tuhan misalnya, takut melakukan dosa.

Takut naik motor misalnya, sehingga kita mengendari motor dengan aman.

Takut juga merupakan hal yang wajar.

Semua orang pernah mengalaminya, siapapun dia.

Yang berbahaya adalah rasa takut yang berlebihan.

Sehingga kita takut melakukan sesuatu.

Akhirnya kita cuma bisa diam dan tidak bergerak kemana-mana.

Dan tidak menghasilkan apa-apa.

Tidak menghasilkan apa-apa dalam hidup sama saja dengan membunuh diri sendiri / ‘mati tanpa sadar’.

Kita bisa mengatasi ketakutan itu dengan memperbanyak pengetahuan kita.

Kita takut karena takut dengan resiko yang muncul dari keputusan yang kita lakukan.

Resiko selalu ada, untuk itu kita perlu memperbanyak pengetahuan kita, dengan membaca buku misalnya atau blog reforming heart ini, hehe.

Dengan memiliki pengetahuan yang banyak kita bisa mengelola resiko yang ada atau meminimalisir resiko.

Setuju saudara?

 

     5. Bohong

Bohong sebenarnya merupakan hikmat iblis.

Berbohong tidak memberikan solusi.

Hanya memberi jawaban yang semu, tetapi setelah itu masalah semakin banyak.

Masalah satu ditutup dengan kebohongan ini, kebohongan ini kemudian ditutup dengan kebohongan lainnya lagi dan begitu seterusnya.

Akhirnya bohong hanya menjadi lingkaran setan, tidak menyelamatkan kita.

Yang ada cuma menimbun masalah, ketika masalah yang menimbun itu suatu saat ‘meledak’ , habislah kita.

 

       6. Zona Nyaman

Zona yang paling berbahaya sebenarnya bukanlah zona perang atau zona masalah, tetapi zona nyaman.

Semakin kita merasa nyaman, hidup kita semakin berbahaya sebenarnya.

Dengan mudah kita bisa melupakan Tuhan dalam kenyamanan kita.

Coba lihat orang yang sedang banyak hutang.

Hidup tidak tenang, penuh kecemasan.

Sudah tidak ada jalan keluar akhirnya terus mencari Tuhan karena Dialah satu-satunya sumber pengharapan.

Tiap tengah malam, jam 2 pagi terbangun tiba-tiba, langsung kepikir hutang, dan langsung berdoa.

Akhirnya orang ini menjadi dekat dengan Tuhan dari masalah.

See? Zona paling berbahaya malah zona nyaman.

Coba orang tersebut akhinya berhasil melunaskan hutangnya.

Kemudian hidupnya sudah berkelimpahan.

Yang ada, orang tersebut tidak ada lagi bangun tengah malam atau subuh untuk berdoa.

Zona nyaman hanya membuat kita santai, berbaring, tidak mau berubah, tidak mau susah, tanpa sadar kita mati perlahan-lahan.

Jangan takut akan perubahan meski sakit.

Ada perubahan dan rasa sakit berarti kita hidup, ada masalah berarti kita masih hidup.

Jika  tidak merasakan apapun? Hati-hati, mungkin kita sedang berada di zona nyaman.

Berubah atau punah?

 

       7. Kepahitan

Kepahitan, dendam, sakit hati, tidak bisa mengampuni, masa lalu, pengalaman yang tidak mengenakkan jika tidak dibereskan akan mempengaruhi karakter kita masa kini.

Banyak orang yang mudah marah, berkata-kata kotor dan susah mengendalikan emosinya.

Dari penelitian dijelaskan bahwa orang bisa mudah marah karena masih menyimpan dendam, masih tidak bisa memaafkan orang lain.

Emosi negatif yang dipendam ini akhirnya berpengaruh ke karakternya tanpa disadari.

Penelitian juga menunjukkan banyak penyakit bermunculan karena kepahitan ini.

Berikut sedikit kutipan dari Dorothy Law :

Anak-anak Belajar dari Kehidupannya

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Jadi hati-hati jika Anda masih menyimpan kepahitan, segera bereskan masalah hati Anda tersebut.

Baca juga : Tips Kehidupan Super Lengkap 1Untuk menemukan cara mengampuni seseorang yang tepat

 

        8. Pengakuan

Semua orang mencari pengakuan.

Manusia pada dasarnya membutuhkan pengakuan dari orang lain.

Karena manusia itu makhluk sosial. Manusia paling takut jika ia tidak diterima dan tidak diakui

Seperti yang dijelaskan dalam teori kebutuhan abraham maslow yang salah satunya adalah pengakuan.

Manusia merasa tidak berharga jika dirinya tidak diakui.

Yang berbahaya apalbila seseorang haus akan pengakuan, karena kekurangan pengakuan, merasa tidak diakui di lingkungan sekitar, seseorang bisa menjadi pribadi yang terus haus akan pengakuan, terus membela diri.

Tidak heran mengapa orang jahat jika bertemu dengan orang jahat akan saling cocok dan bergabung, dan semakin jahat. Karena orang jahat tersebut tidak diakui di lingkungan yang baik, tapi diterima di lingkungan yang jahat.

Jika sudah begini bahaya saudara, konsep diri kita menjadi negatif, orang yang memiliki konsep diri negatif hanya akan menghancurkan dirinya sendiri.

Kita bisa menjadi orang yang buruk dan akhirnya bergabung dengan orang buruk juga, akhirnya yang ada kehidupan kita semakin memburuk.

Yang perlu diketahui adalah Tuhan telah mengakui kita, kita berharga di mata Tuhan. Tuhan telah menerima kita. Tuhan menciptakan kita untuk bersekutu intim dengan-Nya. Betul saudara? Masa kita diciptakan hanya untuk dibuang ke neraka?

Itulah 8 cara bagaimana kita bisa meramal masa depan kita, yaitu dengan menyadari dan menghindari 8 hal kecil tersebut.

Niscaya kehidupan kita minimal akan menjadi lebih baik.

Maksimalnya tergantung Anda, hehe.

Bagaimana menurut Anda? Hal kecil mana yang paling Anda alami sekarang?

Jangan lupa baca : Cara Meramal Masa Depan Diri Sendiri

Silahkan berpendapat melalui komentar..

Follow Us On Social Media :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *