Kenapa hidupku susah terus? Nikmati aja bro/sis, hidup singkat jangan suka mengasihani diri sendiri, ayo berkembang

kenapa hidupku susah terus

Kebahagiaan tidak datang Selamanya, Begitu pula Penderitaan

Ketika penderitaan datang, entah itu karena kamu baru saja putus dengan pacar yang sudah menjalin hubungan selama delapan tahun atau apapun bentuk penderitaan yang sedang kamu alami, seseorang cenderung fokus pada penderitaan tersebut.

Dia lupa bahwa derita – apapun bentuknya – hanyalah sementara.

Hidup selalu penuh keseimbangan. Ada kalanya kamu berada di atas, namun ada kalanya juga kamu berada di bawah.

Begitulah hidup berjalan, dan baik kebahagiaan maupun penderitaan selalu berjalan beriringan dengan penderitaan.

Hanya saja kebanyakan orang mungkin lebih fokus pada penderitaan itu sendiri. Ketika kamu menderita, kamu mungkin merasa sebagai orang paling malang di dunia. Dan mungkin kamu lupa bahwa masih banyak orang lain yang lebih malang dibanding dirimu.

Sebaliknya, bila seseorang mengalami kebahagiaan, dia lupa bahwa hidupnya nanti mungkin akan terbalik, untuk kemudian berubah menjadi cobaan.

Jadi, manusia cenderung meluapkan euforia berlebihan ketika mereka mengalami kebahagiaan. Padahal bukankah kita seharusnya bersikap wajar dan logis, baik ketika menghadapi kebahagiaan maupun penderitaan?

Tetapi apa itu kebahagiaan? Sebuah artikel berjudul 10 ways to Pursue Happiness memberikan definisi yang bagus.

Penulisnya bilang bahwa kebahagiaan punya makna berbeda-beda satu sama lain, dan maknanya sangat tergantung pada berbagai macam faktor.

Kamu bisa saja merasa bahagia ketika membaca novel kesukaan yang dikarang oleh pengarang favoritmu; lalu beberapa dari kamu lebih senang menonton film sendiri ketimbang pergi keluar bersama temanmu.

Baca juga : Jangan cemas memasuki usia 20 tahun

Semesta kecil semacam itu jadi kebahagiaan buatmu, yang tidak selalu bisa dipahami dengan baik oleh orang lain.

Memang tidak ada khusus untuk menghindari penderitaan, namun kita punya sejumlah cara untuk mengejar kebahagiaan. Paling tidak ada tiga hal utama yang perlu kita perhatikan.

  1. Jangan terobsesi dengan kesempurnaan

Salah satu bentuk obsesi terhadap kesempurnaan adalah penampilan. Kamu mungkin berusaha setengah mati untuk tampak cantik.

Kamu membeli berbagai macam kosmetik dan baju-baju bagus sampai uangmu menipis, hanya demi tampil sempurna di hadapan orang lain.

Meski melihat diri sebagai orang cantik/tampan merupakan bentuk kebahagiaan kecil, namun ia bukanlah kebahagiaan yang mampu bertahan lama. Jadi berhentilah terobsesi dengan kesempurnaan.

Fokuslah pada bagaimana menjadi manusia yang sehat secara fisik, melakukan perawatan diri dengan baik, dan menurunkan berat badan dengan alasan kesehatan (bukan semata untuk alasan kecantikan).

Berhentilah mengejar kesempurnaan dan mulailah konsentrasi pada penampilan yang nyaman untukmu.

  1. Lakukan apa yang kamu suka

Beberapa dari kamu mungkin benci dengan pekerjaan yang sekarang sedang dilakoni. Begitu juga dengan jutaan orang lain.

Jika begitu kasusnya, mungkin sekarang waktu yang tepat untuk keluar dari pekerjaanmu. Tidak ada alasan kuat bagimu untuk mempertahankan pekerjaan yang tidak kamu sukai.

Setelah kamu keluar dari pekerjaanmu, bukan berarti tidak ada hal yang bisa dilakukan.

Mulailah buat perencanaan untuk menuju masa depan yang lebih baik, tanpa perlu kehilangan sumber pemasukan. Dengan begitu kamu akan lebih bahagia dalam kehidupan.

  1. Luangkan waktu bersama orang yang kamu cintai

Beberapa orang menjalin hubungan pertemanan erat dengan kelompoknya, sementara beberapa yang lain memiliki ikatan kuat dengan keluarganya.

Hargailah mereka. Ini bukan soal seberapa banyak teman yang kamu miliki, melainkan memiliki beberapa orang saja yang bisa diandalkan ketika kamu membutuhkan mereka.

Bila kamu sudah punya ikatan seperti itu, jangan sampai kamu kehilangan mereka. Jadi perkaranya adalah: kamu perlu meluangkan waktu khusus dengan orang-orang yang kamu cintai sepenuh hati.

Tawarkanlah simpati serta hubungan baik dengan mereka, jangan hanya hubungi mereka ketika kamu membutuhkan sesuatu. Luangkanlah waktu untuk orang-orang yang berarti dalam hidupmu.

Rasanya hidup selalu tidak cukup bagi kita, dalam arti kita sebagai manusia selalu menuntut lebih.

Tetapi dengan menyadari hal-hal kecil seperti sudah disebut di atas, kamu akan merasa lebih bahagia dan menghargai hidupmu, serta lebih siap dalam menghadapi tantangan penderitaan yang seringkali tidak sepele.

 

Bagaimana Pengalaman Hidup Membantumu Tumbuh Berkembang

Setiap orang selalu memaknai pengalaman pribadinya dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang cenderung menyepelekan pengalaman yang sudah didapat sebelumnya, sementara ada juga yang menjadikan pengalaman sebagai sarana evaluasi diri. Kamu termasuk orang yang mana?

Toyib adalah seorang yang pekerjaannya tidak jelas. Kadang dia memperoleh dua juta rupiah sebulan, kadang dia hanya memperoleh lima ratus ribu sebulan.

Jadilah dia seseorang yang selalu mengalami kesulitan keuangan. Toyib adalah seorang yang pintar, namun pemalas. Setiap pekerjaan yang diterimanya selalu disepelekan.

Dia kemudian berpikir bahwa hidupnya tidak bisa begitu terus. Kepintarannya tidak memberi keuntungan apa-apa baginya, padahal temannya yang lain menganggap bahwa dia adalah manusia yang layak digaji lebih dari lima juta sebulan.

Namun karena dia seorang pemalas, nilainya tidak lebih dari dua juta rupiah sebulan.

Bukannya Toyib tidak sadar. Sampai ketika dia tertimpa musibah yang membuatnya berhutang sangat besar, dia kemudian berpikir untuk jadi seseorang yang lebih rajin bekerja.

Walhasil, perlahan-lahan Toyib berubah. Dia sekarang bekerja lebih rajin, dan bersumpah tidak akan menyia-nyiakan bakatnya lagi.

Baca juga : 7 kebiasaan yang diperlukan sebelum masuk ke usia 30 an

Pengalaman, bagi Toyib, adalah guru terbaik.

Pengalaman memang menjadi salah satu guru terbaik yang kamu miliki sepanjang karir dan hidupmu. Kebanyakan dari kita memiliki dan bisa belajar dari pekerjaan sebelumnya.

Tidak hanya itu, kita juga bisa belajar banyak hal dari hubungan asmara yang kandas, dari perjalanan liburan kita, atau dari pengalaman kita ketika berorganisasi.

Kalau bisa memetik buah dari pengalaman kita, maka semua hal yang sudah berlalu akan membantu membentuk diri kita yang sekarang.

Dan tentunya kamu berharap yang terbaik, bukan? Karena itu berefleksi melalui pengalaman pribadi jadi penting.

Tanpa pengalaman, rasanya hidupmu jadi mengada-ada. Sebab hanya dengan bercermin dari pengalaman lah kamu akan menjadi seseorang yang lebih baik ke depannya.

  • Kita adalah manusia yang belajar dari pengalaman

Pengalaman apapun pasti membekas, dan kita bisa belajar darinya. Tetapi pengalaman juga bukan hanya kesempatan untuk mempelajari kemampuan baru, melainkan juga soal mengeksplorasi diri kita sebagai individu.

Seorang mahasiswa magang bisa mempelajari apa yang penting bagi karirnya ketika dia magang di perusahaan besar, dan dari sana pula dia bisa merancang tujuan dan kemana karirnya akan berlabuh.

Lagipula, seorang pemagang bisa belajar banyak dari orang lain yang lebih profesional, yang ditemuinya di tempat magang. Dan hal-hal yang dipelajarinya itu bisa menjadi bekal pengetahuan yang dibawa pulang ke rumah untuk dipelajari.

  • Pengalaman bisa menunjukkan apa yang kita inginkan dan apa yang tidak

Seorang mahasiswa magang belajar di sebuah perusahaan besar karena dia ingin belajar apa yang seharusnya diinginkan dan apa yang seharusnya tidak dikerjakan.

Satu contoh ini cuma ingin menyebut bahwa kamu bisa memperoleh kesempatan besar untuk mempertimbangkan banyak opsi yang didapat di tempat magang, dan mengembangkan jalan yang paling pas untukmu di masa depan.

Itulah kenapa pengalaman magang (dan pengalaman di bidang apapun) bisa menjadi sumber yang tidak ternilai bagi anak muda dan anak kuliahan.

  • Pengalaman membekas di ingatan kita

Satu ciri khas tentang pengalaman, ia meninggalkan jejak seumur hidup. Seseorang yang keluar dari zona nyaman dan melakukan tantangan baru memiliki kesempatan untuk memperoleh pengetahuan yang berharga bagi hidupnya.

Satu contoh kecil ketika berada di kelas mendengarkan guru mengajar, misalnya, bisa menjadi waktu di mana kita mempelajari banyak kemampuan dan pengetahuan baru yang kemungkinan besar bakal berguna di kehidupan kita nantinya.

Jadi ketika kita magang atau bekerja di perusahaan, pengetahuan teknis yang diperoleh di kelas akan banyak membantu.

  • Pengalaman membentu kita jadi seorang profesional

Profesionalisme tidak bisa didapatkan dari tempat kerja atau bangku kuliah, tetapi ia bisa didapatkan dari interaksi dengan profesional lain.

Karena itulah seseorang yang beruntung bisa bekerjasama dengan profesional lain bisa memperoleh pelajaran tentang bagaimana menjadi seorang ahli di bidang tertentu.

Pada akhirnya kita semua mesti menghargai setiap pengalaman yang sudah didapatkan di masa lampau.

Seburuk apapun pengalaman yang dialami, itu semua bisa menjadi bahan pelajaran penting untuk membentuk diri kita menjadi lebih baik ke depannya. Jangan remehkan pengalamanmu!

Baca juga : Cara Meramal Masa Depan Diri Sendiri

Bermanfaat?

Share ya

credit photo : averie woodard

Follow Us On Social Media :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *