Kebobrokan dan Bahaya Ajaran Robert Kiyosaki

Bahaya Ajaran Robert Kiyosaki

Rich Dad, Poor Dad & The Cashflow Quadrant

Sudah pernah membaca buku Robert Kiyosaki?

Robert Kiyosaki melalui bukunya yang bisa Anda lihat di atas cukup mengguncang dunia dengan ajarannya tersebut, tak terkecuali Indonesia. Ajarannya sangat menjamur di Indonesia mulai dari pelajar, mahasiswa sampai professional muda, motivator sejak awal tahun 2000 an bahkan sampai sekarang.

Tanpa sadar kebanyakan orang termasuk saya langsung menelan mentah-mentah apa yang diajarkan melaui buku tersebut, seakan ajarannya membuka mata kita akan tujuan hidup yang baru yang lebih kaya.

Siapa yang tidak tertarik dengan kebebasan finansial?

Memang otak manusia cenderung mencari yang enak dan menghindari yang menyakitkan.

Apalagi anak muda yang idealismenya masih tinggi, akan sangat mudah bagi mereka untuk mempelajari hal yang baru.

Padahal ajaran yang tidak diuji dan langsung kita telan mentah-mentah bisa sangat berbahaya, karena bisa jadi ada racun di dalamnya.

Dalam Rich Dad, Poor Dad bercerita tentang ayahnya yang berpendidikan tinggi namun miskin dan ayah temannya yang hanya tamat SMA tapi kaya raya.

Ayahnya yang miskin mengajarkan dia untuk bersekolah tinggi, rajin belajar dan menjadi pegawai, sedangkan ayahnya yang kaya mengajarkan dia untuk membangun usaha, berbisnis, berinvestasi setelah lulus sekolah.

Sedangkan dalam The Cashflow Quadrant, Robert Kiyosaki membagi 4 jenis orang dari segi penghasilannya, yaitu :

Di sisi kiri, E (employee) orang yang bekerja pada orang lain dan S (self employee) pekerja lepas misalnya dokter, pengacara namun ketika tidak bekerja tidak akan mendapat uang.

Di sisi kanan, B (bussines owner) orang-orang yang membangun sistem bisnis kemudian orang lain bekerja padanya, meski sedang berpergian uang akan tetap mengalir padanya dan I (investor) uang yang bekerja baginya dan akan bertambah sendiri.

Ketika membaca buku tersebut siapa yang tidak terlena untuk berada di quadran B dan I? Apalagi jika Anda sudah bekerja siapa yang tidak mau pindah dari quadran E atau S ke sisi kanan?

Benar atau Salah?

Ajaran Kiyosaki ini belum tentu benar juga belum tentu salah, hanya saja kebanyakan dari ajaran ini buahnya negatif (akan dijelaskan di bawah), meski ada efek positifnya juga tapi jika buahnya (baca : efek) banyak yang negatif bisa dipastikan pohonnya juga negatif. Pohon mangga tentu tidak mungkin mengeluarkan buah durian.

Efek Negatif Ajaran Kiyosaki

Buku-buku Kiyosaki banyak menekankan pendidikan itu seakan tidak penting, hanya membuat Anda menjadi karyawan. Jika mau bahagia Anda harus bisnis, investasi, uang yang bekerja pada Anda bukan Anda bekerja pada uang.

Seakan semua diukur bedasarkan uang, karyawan seperti pekerjaan yang terhina karena harus bekerja keras mati-matian untuk mendapatkan uang. Berbeda dengan berbisnis yang bisa tetap mendapatkan uang meski sedang libur.

Tujuan hidup yang sebenarnya menurutnya akan tercapai jika Anda berbisnis dan berinvestasi. Anda akan bahagia, karena meski sedang santaipun Anda akan tetap mendapatkan uang.

Padahal belum tentu setiap orang harus berbisnis, manusia lahir dengan sidik jari yang berbeda-beda, passionnya pun berbeda-beda, tidak setiap orang harus berbisnis, ada yang dari dulu cita-citanya menjadi guru, karena memang passionnya mengajar, dan dia bisa bahagia dengan pekerjaannya meski termasuk di quadran E.

Banyak orang yang sebenarnya passionnya bukan di bisnis tapi setelah terlena dengan ajaran Kiyosaki jadi mau berbisnis karena terlena oleh uang banyak yang akan dia dapatkan nanti, meski orang tersebut bisa jadi pebisnis, tapi tetap saja hatinya berkata lain dan dia tidak tenang, karena sebenarnya tidak memiliki passion di sana. Mungkin saja passionnya adalah menjadi polisi atau tentara.

Mungkin uang tidak sebanyak orang bisnis, tapi jika orang tersebut bahagia dengan passionnya, apakah itu salah?

Belum lagi perkataan ayah kayanya yang mengatakan kekurangan uang adalah akar segala kejahatan, sedangkan ayah miskinnya mengatakan cinta uang adalah akar segala kejahatan.

Mana yang Anda pilih?

Sebenarnya perkataan ayah kayanya itu sangat jahat, karena dengan mengatakan demikian sama dengan mengatakan miskin adalah dosa, jika anda miskin maka anda sumber kejahatan. Padahal anak yang terlahir miskin bukanlah dosa, memiliki uang atau tidak bukan menjadi patokan seseorang itu jahat atau tidak.

Orang miskin belum tentu jahat dan orang kaya belum tentu baik, itu semua kembali ke masing-masing pribadi orangnya.

Banyak orang yang menelan ajaran ini mentah-mentah padahal sebenarnya isinya berbahaya karena membuat Anda mengukur segala sesuatu bedasarkan uang. Jika ada orang miskin maka dia orang jahat, karena kekurangan uang adalah sumber kejahatan. Jika anda terlahir miskin maka anda orang jahat, dan jika Anda mau bahagia Anda harus berbisnis, punya banyak uang sehingga tidak menjadi sumber kejahatan.

Ini sebenarnya juga akibat Anda dan saya, otak manusia memang maunya yang enak dan menghindari sakit, tidak heran sekali ada buku tentang panduan kaya, kebebasan finansial langsung menjadi best seller, karena kita hanya maunya uang, uang, dan uang. Memang tidak salah, tapi jika tidak berhati-hati efeknya akan sangat buruk ke kita.

Inilah yang banyak diajarkan oleh para motivator atau diseminar-seminar kebebasan finansial, MLM yang ajarannya bersumber dari buku-buku kiyosaki. Buku-buku tersebut sudah menjadi seperti ‘kitab suci’ bagi mereka.

Efek negatif lainnya ke mahasiswa misalnya, banyak mahasiswa setelah membaca buku-buku ini  menjadi tidak mau kuliah karena menganggap pendidikan tidak penting, kuliah cuma teori, mendapat nilai bagus hanya akan menjadi dosen, karyawan dan miskin, karyawan seakan-akan menjadi pekerjaan yang bodoh dan harus dihindari karena harus setengah mati bekerja demi mendapatkan uang, sedangkan orang yang nilainya jelek akan menjadi suskes nantinya.

Sebenarnya ini pemikiran yang sangat tidak masuk akal, jika mendapat nilai jelek bisa sukses, apalagi orang yang nilainya bagus? Tentulah lebih sukses dari yang nilainya jelek. Belum lagi mengatakan kuliah hanya teori, ini pemikiran yang bodoh. Jika pengetahuan tidak berguna, ini sama mengatakan bahasa inggris itu tidak berguna karena termasuk pengetahuan bahasa, dan tidak mungkin jika mau berbisnis internasional tapi tidak mau belajar bahasa inggris.

Kita sering terkecoh dengan kisah sukses seseorang seperti Bill Gates yang dikeluarkan dari universitasnya dan kemudian sukses, dan kita pun mau menirunya. Sama seperti orang yang terkecoh dengan buku kiyosaki dan mau meniru apa yang diajarkan.

Bill Gates bukanlah orang bodoh yang kemudian didrop out, jika Anda membaca kisahnya dia senang membaca buku. Dia bukan orang bodoh tapi berpengetahuan. Orang-orang barat dasarnya gemar membaca buku, mereka setahun bisa menghabiskan puluhan buku, berbeda dengan orang Indonesia yang selama setahun belum tentu ada 1 buku yang dibaca.

Kita banyak dibodohi bahwa pendidikan itu tidak penting dan tidak belajar sama sekali. Sedangkan orang barat bisa saja mengatakan pendidikan tidak penting tapi mereka senang membaca, dan pengetahuan mereka tetap luas dan banyak. Celakalah kita.

Tidak heran banyak yang setelah membaca buku Robert Kiyosaki langsung mau berbisnis, dan tidak heran banyak yang bangkrut karena memang berbisnis tanpa pengetahuan.

Efek Positif Ajaran Kiyosaki

Untuk orang yang cita-citanya memang adalah bisnis, ajaran Kiyosaki akan berdampak baik bagi orang-orang ini karena jadi termotivasi untuk berwirausaha dan Indonesia memang membutuhkan banyak pengusaha.

Saya sendiri pembaca buku dan menyukai ajaran Robert Kiyosaki, hanya saja saya tidak mau menerima semuanya mentah-mentah. Segala sesuatu harus dipertanyakan, termasuk artikel ini. Setuju?

Masyarakat sekitar suka menelan segala sesuatu mentah-mentah, tidak heran hoax sangat mudah tersebar, padahal belum ada bukti bahkan isinya sudah jelas-jelas salah.

Tidak semua isi buku Robert Kiyosaki buruk, malah banyak ajaran Kiyosaki yang bermanfaat misalnya saja cara mengatur keuangan, berhutang yang baik, melek finansial yang kebanyakan tidak diajarkan di sekolah berguna bagi pebisnis ataupun calon pebisnis untuk memajukan bisnisnya, dan masih banyak lagi.

Hanya saja harus tetap berhati-hati dengan perangkap cinta uang, karena sebenarnya cinta uang yang adalah sumber kejahatan bukan kekurangan uang. Siapa yang suka uang? Tentu semua orang suka, termasuk Anda dan saya, namun kita harus selalu berhati-hati jika tidak kita bisa jadi orang jahat, misalnya saja orang yang sudah kaya masih mau korupsi.

Sudah seharusnya kita tidak menelan sesuatu mentah-mentah. Apel yang kelihatan bagus bisa jadi ada racun di dalamnya.

You are what you eat. You are what you Think. Click To Tweet

Jadi ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Bagaimana menurut Anda? Silahkan menyampaikan pendapat Anda melalui komentar di bawah . .

Have you learned something today?

Note : tulisan ini ditujukan untuk teman saya yang malas kuliah dan berpikir kuliah tidak penting setelah membaca buku Robert Kiyosaki. Jadi mohon maaf untuk anda yang membaca artikel ini karena menghabiskan waktu anda untuk tulisan yang bukan untuk anda..

Follow Us On Social Media :
3 comments on “Kebobrokan dan Bahaya Ajaran Robert Kiyosaki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *