Ironis! Hidup Kita Kini Dikuasai Sampah Bernama HOAX

hoax kini hidup kita dikuasai informasi sampah

source : freepik

Saat ini adalah masa di mana rasanya kita terus membutuhkan informasi agar terus bernapas dan tidak bisa hidup tanpanya.

Sayangnya yang muncul adalah kebencian yang menyebar kemana-mana karena dipengaruhi informasi-informasi palsu ini yang adalah hoax.

Tak perlu munafik, Anda dan saya juga pasti pernah terpengaruh dengan informasi hoax ini dan mensharenya di grup wa/line sebelah.

Tapi plis kita perlu menghentikannya, karena yang ada kita cuma merugikan diri sendiri. Mengapa? Karena :

1.Menyebarkan informasi yang ternyata salah hanya membuat kita terlihat katro.

2. Kita menjadi munafik, di satu sisi kita sok membicarakan kedamaian, kebaikan, tapi di sisi lain kita menyebarkan hoax yang berisi kebencian.

3. Akibat kita menyebarkan hoax, berapa banyak orang terkena pengaruh negatif gara-gara kita.

4. Ini zaman di mana jika kita salah upload video / gambar / kata-kata bisa membuat kita mendekam di penjara.

 

Manusia seharusnya yang menguasai informasi, saat ini malah terbalik

Informasi yang menguasai manusia

Ironisnya yang diciptakan oleh manusia itu sendiri

Manusia yang memiliki kehendak bebas jelas sebenarnya bisa membedakan mana benar dan mana yang salah, mana yang buruk dan mana yang baik.

Sebenarnya hoax ini sama saja dengan gosip, fitnah yang tersebar hanya saja akibat teknologi komunikasi yang semakin canggih membuat hoax ini begitu membooming.

Jelas kita sering mendengar kalau fitnah itu membunuh, begitu juga hoax.

Kebenaran, akal sehat seakan tidak berharga di zaman sekarang, yang penting emosi terpuaskan.

Yang menjadi kebenaran saat ini adalah yang jumlah mayoritas, padahal yang banyak bersuara belum tentu benar dan yang minoritas belum tentu salah.

Parahnya jika informasi sampah menguasai orang banyak, maka otomatis orang banyak itu juga akan melahirkan sampah.

Jika ada sesuatu yang kita sukai dan informasi tersebut mendukung hal yang kita sukai, kita akan dengan senang hati menyebarkannya, padahal belum tentu informasi tersebut benar, bisa jadi hoax.

Sedangkan jika ada informasi yang menyerang hal yang kita sukai, kita cenderung defensif dan anti terhadap informasi tersebut, padahal bisa saja informasi tersebut adalah kebenaran.

Kebenaran Selalu Kontroversial Click To Tweet

Tapi kita lebih senang hal yang salah. Inilah ironi di zaman ini.

Pertanyaannya adalah mengapa kita begitu mudah terpengaruh oleh hoax dan mau menyebarkannya? Sekalipun kita tahu informasi tersebut belum tentu benar

3. Kurangnya daya pemikiran yang kritis

Dengan berton-ton sampah informasi yang muncul dengan cepat  disekitar kita membuat kita membutuhkan juga penyaring yang baik untuk menyaring informasi tersebut.

Dalam hal ini penyaring tersebut adalah pikiran kita.

Pikiran kitalah yang menentukan mana informasi yang benar, mana yang salah.

Bukan sebaliknnya informasi yang menentukan pikiran kita, tindakan kita.

Informasi sampah jika kita terima begitu saja tanpa disaring, otak kita juga jadi berisi sampah, tidak heran kita jadi melakukan tindakan yang melahirkan sampah lainnya juga, seperti menyebarkan hoax, atau malah membuat hoax itu sendiri.

Untuk itu berbahaya sekali jika kita bersumbu pendek, tapi sok meneriakkan kebenaran.

Tetapi jika kita saring, kita bisa menghindari hal tersebut.

Untuk itu yang diperlukan adalah memperkuat penyaring itu yang adalah pikiran kita, sehingga kita menjadi kritis.

Bagaimana caranya? Sebenarnya mudah sayangnya hal ini saat ini masih sangat jarang dilakukan oleh masyarakat di Indonesia, yaitu membaca buku. Buku yang berkualitas tentunya.

Memiliki pengetahuan yang luas, mendalam membantu kita menjadi pribadi yang cerdas dan kritis, ketika berhadapan dengan suatu informasi kita bisa melihat informasi tersebut dari berbagai sudut lain.

Kita tidak jadi mudah terpengaruh oleh hoax dan berita salah lainnya. Kita jadi memiliki cara pandang yang lebih benar.

Misalnya saja kasus penghinaan sila Pancasila yang akhirnya yang menghina menjadi duta Pancasila. Banyak orang beranggapan kalau hal ini aneh karena yang yang diuntungkan yang menghina karena malah diangkat menjadi duta Pancasila.

Tetapi jika dilihat dari sudut pandang lain, kita bisa tahu kalau orang yang menghina Pancasila tersebut dikenakan hukuman sosial, sehingga dia harus menjadi duta.

Anda juga bisa meningkatkan pengetahuan dengan membaca blog-blog berkualitas, atau di zaman sekarang Anda bisa belajar melalui pembelajaran online berkualitas yang dapat meningkatkan kualitas diri Anda.

Pertanyaan lain, mengapa ada teman saya yang pintar namun tetap menyebarkan hoax? Untuk itu kita lihat pembahasan berikutnya

2. Illusion of Truth

Ada yang dinamakan illusion of truth, yang adalah jika suatu informasi diberikan kepada Anda dan diulang terus-menerus, maka meski informasi itu salah lama kelamaan kita akan merasa nyaman dan menganggap bahwa informasi itu benar.

Apalagi jika informasi tersebut sudah kita terima dari kecil dan berulang-ulang.

Galileo Galilei dihukum mati akibat mengatakan bumi itu bulat, yang pada zamannya mengatakan bumi itu datar. Sebelum akhirnya terkuak juga kebenaran bahwa bumi itu bulat.

Rasa keterbukaan dan berbesar hati sangat diperlukan di sini saat kita menerima informasi baru yang kontroversial, bukan terus menerus defensif, karena bisa saja yang kontroversial ini adalah kebenaran.

1.Why things catch on

Dalam buku Contagious : Why things catch on?  Ada beberapa penyebab mengapa suatu hal bisa viral, termasuk juga informasi hoax.

Salah satu faktornya adalah faktor emosi.

EmosiHighLow
Positif Kagum, semangat, takjub, senang, humorPuas
NegatifMarah, cemasSedih

Emosi bekerja lebih banyak daripada logika ketika melihat suatu hal yang memancing emosi. Kita ketika membeli barang pun lebih menggunakan emosi dari pada logika. Berapa banyak barang kita yang kita karena ingin dan bukan karena butuh? Kabarnya baiknya kita bisa mengurangi hal ini dengan mengenali diri sendiri terlebih dulu.

Pada akhirnya saya berharap artikel ini bisa mengurangi kecenderungan membagikan hoax, Anda juga bisa membantunya dengan share artikel ini melalui tombol di sebelah kiri Anda.

Intinya : Tingkatkan pengetahuan dan pemikiran kritis kita dengan membaca buku/blog/belajar online, terbuka terhadap hal baru meski kontroversial, jangan sampai emosi mematikan logika kita.

Semoga Bermanfaat!

Follow Us On Social Media :
This entry was posted in .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *