Inilah Cara Mendapatkan Pacar yang Pasti Tepat Cukup Sekali Seumur Hidup

Inilah Cara Mendapatkan Pacar, Cari Jodoh, Ramalan Jodoh yang Pasti Tepat Cukup Sekali Seumur Hidup -

Saat ini saya mau menyampaikan beberapa tips yang saya yakin bisa menyelesaikan permasalah cinta Anda

Tanpa peduli latar belakang Anda, baik Anda masih muda, remaja, dewasa sekalipun

Pernah pacaran atau belum, yang pasti tips yang Anda dapatkan di sini mudah Anda praktekkan nantinya dan tetap akan relevan sampai kapanpun, kecuali Anda sudah menikah hehe

Sebenarnya untuk bisa pacaran hanya sekali sampai menikah / mendapatkan jodoh yang pasti tepat itu bukan hal yang sulit, asal saja Anda tau prinsipnya

Hanya saja prinsip ini sangat jarang diajarkan sehingga tentu banyak orang yang tidak pernah mengalaminya, hanya segelintir orang saja, misalnya saja Chelsea Olivia dan Glen Alinskie yang sudah pacaran sejak umur 13 tahun

Baca juga : Sedang cari jodoh atau pacar? yuk temukan jawaban yang tepat di sini

Saya yakin, bukan hanya saya, Anda, tetapi semua orang yang ada di dunia menginginkan kehidupan cinta yang luar biasa seperti di atas

Di sini saya akan bongkar apa saja rahasianya agar Anda juga bisa mendapat inspirasi dan jawaban atas permasalahan cinta Anda

Sayangnya permasalahan zaman ini membuat banyak nilai dari cinta kehilangan maknanya

Di mana pacaran begitu mudah, seks begitu mudah, dunia selebriti yang penuh dengan nikah-cerai, nikah-cerai, tentu untuk mencari cinta sejati kelihatan menjadi susah

Tetapi tenang saja tidak ada yang mustahil kok, dan apa yang disampaikan di sini akan dibuat seringkas, sepraktik dan sepadat mungkin

Dan maaf saja, tulisan ini hanya khusus bagi orang yang ingin mendapat cinta sejatinya, bukan hanya untuk kesenangan sesaat

Jadi jika Anda bertujuan membaca tulisan ini demi mendapatkan pasangan untuk kesenangan sesaat saja, maaf saja Anda tidak akan mendapatkannya di sini

Harapan saya adalah setelah Anda membaca tulisan ini, Anda bisa mendapatkan pasangan hidup Anda sekali namun yang terbaik untuk selama-lamanya

Amin saudaraku?


Dasar yang Teguh


Sebuah bangunan bukan dinilai bedasarkan bagusnya

Tetapi dasar bangunan tersebut

Tidak ada gunanya bangunan yang megah, tapi dasarnya buruk

Hanya tinggal menunggu waktu sampai bangunan tersebut ambruk

Anda perlu memiliki dasar hidup yang kuat

Orang-orang yang pacaran, mencari pasangan demi kesenangan sesaat, demi gengsi, bukan demi masa depan itu seperti membangun dasar rumahnya di atas pasir

Membangun bangunan di atas pasir itu mudah, bisa menjadi bangunan yang tinggi, megah dalam sekejap

Orang-orang yang mencari pasangan hidup yang sejati demi masa depannya, seperti membangun dasar rumahnya di atas batu

Batu itu keras, sulit untuk membangun dasar di sana, untuk menjadi bangunan yang tinggi dibutuhkan waktu yang lama, proses yang berat, dan berbagai permasalahan

Tetapi waktu yang akan menjawab, suatu saat jika badai datang, masalah datang, maka rumah yang dibangun di atas pasir akan hancur dengan mudah

Tidak heran mudah sekali orang bercerai, putus

Sedangkan rumah yang dibangun di atas batu akan tetap kokoh berdiri

Saya tidak tahu Anda ada pihak yang mana tetapi

Saya yakin Anda memilih dasar rumah di atas batu

Meski kenyataannya susah, dan membangun rumah di atas pasir memang lebih mudah

Membangun rumah di atas batu itu sama dengan membangun dasar hidup Anda di dalam Tuhan

Untuk memiliki hubungan yang sehat Anda perlu membangun hidup dalam Tuhan

Tidak mungkin Anda memiliki pasangan hidup, dan berharap memiliki hubungan yang baik, jika dengan Tuhan saja sudah tidak baik

Itu sama saja dengan berbohong pada diri sendiri

Kita perlu kembali kepada Tuhan yang pada dasarnya adalah Ia jalan kebenaran

Membangun hubungan yang baik dan dekat dengan Tuhan

Ini merupakan dasar yang teguh

Burung di udara saja bisa mendapat makanan meski tidak menabur dan rumput di ladang saja bisa berpakaian indah, melebihi pakaian raja di dunia. Mereka saja Tuhan pelihara

Bukannya kita lebih berharga dibanding burung di udara? apalagi kita sebagai “anakNya” yang begitu dikasihiNya. Sehingga sebenarnya kita tidak perlu kuatir

Asalkan hati kita ini melekat pada Tuhan dan mau mendengarkan suaraNya

Jika kita sudah taat, tentu kita tidak akan salah langkah, apalagi mendapat pasangan yang salah

Bukannya banyak yang mengatakan mendapat pasangan hidup yang salah, hidup di dunia menjadi seperti di neraka, sedangkan mendapat pasangan hidup yang benar, hidup di dunia menjadi seperti hidup di surga


The Principles

1.   Gambar Diri

Saya harap Anda mau membangun dasar hidup Anda di atas batu

Membangun hidup di dalam Tuhan

Meski sulit dan tidak mudah, meskipun membangun hidup di atas pasir itu lebih mudah, enak, cepat dan menyenangkan

Tentu seperti peribahasa yang sering kita dengar, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian, peribahasa ini ada benarnya, dan sebaiknya kita terapkan dalam hidup kita

Gambar diri adalah apa kata/pendapat yang diberikan orang terhadap dirinya sendiri

Gambar diri merupakan dasar yang fatal bagi seorang manusia jika orang tersebut memiliki gambar diri yang salah

Gambar diri seseorang akan memengaruhi orang tersebut

Mulai dari kehidupan pribadinya, hubungan dengan sesamanya, keluarganya, pekerjaannya

Jika seseorang memiliki gambar diri yang buruk maka jelas kehidupan pribadinya, hubungan dengan pasangannya, keluarganya, pekerjaannya akan buruk atau malah akan hancur sama sekali kehidupan orang tersebut

Baca juga : Siapa Saya? Mengapa Jati Diri yang Buruk Bisa Menghancurkan Masa Depan Anda?

Oleh karena itu, gambar diri merupakan dasar kedua yang sangat penting

Pada dasarnya semua manusia termasuk Anda dan saya memiliki gambar diri yang sudah rusak, karena memang tidak ada manusia yang tidak berdosa dan bersalah

Orang-orang yang merasa dirinya tidak dikasihi/dicintai, dalam hubunganya dengan pasangannya, maka orang ini akan cenderung posesif

Ini merupakan salah 1 contoh sederhana dari orang yang memilki gambar diri yang tidak sehat dan harus segera dibereskan

Tidak heran ada pelajar SMA yang mau menyerahkan dirinya ke om-om, ini semua karena gambar diri yang rusak, pelajar tersebut seperti mencari sosok ayah yang baik, karena dulunya diperlakukan tidak baik oleh ayahnya, mencari kasih di luar

Ada anak yang sejak kecil diperlakukan tidak baik juga oleh ayahnya atau ibunya, ketika besar mereka bisa menjadi seorang gay atau lesbian

Belum lagi setiap hari gambar diri kita bisa dirusak dari iklan-iklan yang ada, iklan-iklan yang mengatakan jika mau cantik/tampan harus putih, memakai lotion ini agar kulit menjadi putih, mulus, padahal untuk cantik tidak harus putih, dan kebenarannya yang ditampilkan di iklan kecantikan pastinya sudah di edit, bukan kecantikan alami

Jadi bagaimana caranya untuk membereskan gambar diri saya?

Pertama, kita perlu tahu apa saja yang merusak gambar diri kita

Misalnya dari perkataan teman yang mengejek kita, tanpa sadar perkataan orang-orang di sekitar kita banyak merusak gambar diri kita

Bahkan perkataan dari orang tua kita kadang juga bisa merusak gambar diri kita, begitu juga perkataan diri kita sendiri

Ada sekumpulan kodok yang sedang berjalan bersama.

Tapi karena ada lubang, beberapa kodok dari sekumpulan kodok itu terjatuh ke

lubang.

Lubang tersebut cukup dalam.

Dan lubang tersebut ternyata adalah kolam susu.

Kodok-kodok yang sudah masuk ke lubang berusaha keluar dengan terus

melompat-lompat.

Sedangkan kodok-kodok yang di atas terus mengejek dan mengatakan kalian tidak

mungkin keluar lagi.

Beberapa saat berlalu, beberapa kodok sudah menyerah dan terjatuh, sedangkan

beberapa kodok yang ada di atas terus mengejek.

Tapi satu kodok yang terus melompat, melompat terus. Kodok ini tidak peduli

terhadap ejekan kodok lainnya.

Hasilnya?

Hup, kodok tersebut melompat dan sampai di atas.

Bagaimana bisa?

Ternyata susu yang terus dikocok ketika kodok tersebut lompat itu berubah

menjadi mentega.

Susu yang terus dikocok akhirnya menjadi mentega.

Karena kodok tersebut terus mencoba dan tidak memperdulikan omongan kodok

lainnya, kodok itu berhasil keluar.

Yang sering menyerang gambar diri kita mungkin teman, saudara, atau malah keluarga Anda.

Anda harus menutup telinga Anda, dari ocehan mereka, ejekan mereka.

Yang lebih penting lagi Anda harus menutup telinga dari suara Anda sendiri

Kedua, Anda perlu tahu bahwa Anda berharga di mata Tuhan

Lebih penting lagi Anda perlu mendengarkan apa kata Tuhan tentang Anda dan mempercayainya, Anda begitu dikasihiNya

Anda juga tidak perlu percaya terhadap iklan, karena iklan kosmetik, iklan kecantikan seolah mengatakan bahwa untuk cantik kulit itu harus putih

Padahal untuk cantik/ganteng itu tidak harus berkulit putih saudara

Ketika orang-orang Indonesia mencoba untuk memiliki yang kulit putih, di Amerika dijual lotion penghitam kulit, bagi mereka memiliki kulit yang coklat itu lebih cantik

Benar-benar dunia yang tidak seimbang bukan?

Tidak peduli Anda hitam atau putih, gendut, kurus (di suku tertentu gendut malah dianggap cantik) Anda sudah cantik dan tampan di mata Tuhan

 

2.   Tidak mungkin ada pernikahan yang kudus, tanpa pacaran yang kudus
Kekudusan merupakan prinsip yang sangat dibenci oleh dunia ini

Karena dunia menggangap bahwa kekudusan itu mengambil hal yang enak dari hidup kita

Padahal tidak begitu saudara, karena memang dunia ini sudah terbalik

Tanpa pacaran yang kudus, tidak mungkin ada pernikahan yang kudus

Atau istilah lebih mudahnya, tanpa pacaran yang baik, tidak mungkin ada pernikahan yang baik

Dunia mengatakan seks sebelum menikah itu nikmat, tapi percaya saja saudara, itu hanya akan menghancurkan, minimal perasaan bersalah tersebut tidak akan pernah hilang

Untuk itu, penting bagi kita untuk menjaga kekudusan jika ingin melihat kehidupan cinta yang baik

Yang tidak kudus itu nikmat, tapi lebih nikmat lagi bagi yang mencapai kekudusan, jangan sampai hanya karena nikmat 5-10 menit menghancurkan hidup Anda sampai puluhan tahun kemudian

Mari kita lihat prinsip apa saja yang dibutuhkan dalam pacaran kudus :


Prinsip Pacaran Kudus :
 

1.     Pacaran Sekali Untuk Menikah

 

Yes, Anda hanya perlu untuk pacaran sekali sampai menikah

Bukannya indah pacaran hanya 1 sekali seumur hidup kemudian menikah?

Jadi bagaimana dengan saya yang sudah berkali-kali pacaran dan putus?

Anda hanya perlu meninggalkan hidup Anda yang lama, lupakan yang lalu, dan mulailah yang benar, pacaran yang berikutnya adalah yang terakhir

Mungkin Anda dikatai aneh karena tidak pernah pacaran, atau bagaimana bisa mendapat pasangan jika tidak pernah memiliki pengalaman?

Sebenarnya yang mengatai Anda aneh itu justru mereka yang lebih aneh

Jika Tuhan yang memberi jodoh terbaik, jelas tidak perlu ada yang namanya pacaran-putus, pacaran-putus, menikah-cerai, menikah-cerai

Bisa jadi itu bukan dari Tuhan, tapi pacaran karena ego mereka sendiri

Jika Tuhan yang memberi hanya cukup 1 kali untuk selama-lamanya

Kita yang mencari dan Tuhan menuntun kita ke orang yang terbaik

Kita tidak ditetapkan saudara, misalnya si A sudah ditetapkan Tuhan bahwa pasangannya adalah si B, jika si B tidak mau taat ke Tuhan dan menikah dengan orang lain maka si A akan kehilangan pasangannya

Ada kehendak bebas kita yang memperbolehkan kita mencari pasangan dengan bebas dan Tuhan juga menuntun kita ke orang yang tepat

 

–         Memulai Dengan Benar

 

Untuk bisa pacaran 1 kali sampai menikah, Anda perlu memulai dengan benar

Jangan coba-coba untuk pacaran

Kebanyakan dari kita mencoba pacaran dengan dasar jika cocok dengan orang tersebut, baru mau jadian, biasanya yang seperti ini ujung-ujungnya PHP

Pacaran bukan untuk coba-coba, pacaran merupakan suatu komitmen yang serius untuk pernikahan. Nah, karena itu jangan pernah mau pacaran atau menikah dengan orang yang memberi harapan palsu pada Anda, karena sesungguhnya mereka tidak pernah serius dengan Anda

Jika mau coba-coba, cobalah berdoa terlebih dulu

Minta tuntunan Tuhan, apakah orang tersebut orang yang tepat

Pacaran bukan untuk cinta, tetapi untuk menikah

Anak-anak SD saja sudah bisa berpacaran dengan mengatasnamakan cinta

Tetapi kita pacaran untuk mencari suami atau istri, bukan untuk main-main

-Jadi Kapan Waktu yang Tepat Untuk Berpacaran?

Dimulai kedua orang pasangan saling memiliki rasa percaya, rasa saling menghormati, dan saling menerima, meski orang tersebut bukan orang yang terbaik

Jika seseorang ingin mencari pasangan yang terbaik, terus membanding-banding kan, maka sebenarnya orang ini tidak akan pernah menikah

Semua dimulai ketika mau menerima orang tersebut apa adanya, bukan ada apanya

Jadi waktu kapan yang tepat untuk saya berpacaran?

Jangan menggerakkan dan membangkitkan cinta sebelum waktunya

Dari kalimat di atas bisa disimpulan

Kita perlu membuat rencana untuk masa depan kita

Tanpa membuat rencana, kita sudah merencanakan kegagalan

Kita juga perlu membuat rencana kapan kita mau mempersiapkan pernikahan, dan kapan mau menikah

Jika Anda masih berumur 17 tahun, dan merencanakan menikah di usia 25 tahun, tentu Anda tidak mau berpacaran selama 8 tahun, bukan?

Perhitungkan hidup Anda dengan berhikmat dan serahkan ke Tuhan dalam doa

Sangat jarang sekali ada orang yang bisa berpacaran selama 8 tahun dan menikah

Orang yang berpacaran terlalu lama hanya 2 kepastian, yaitu putus atau jatuh ke jurang seks bebas

Baca juga: Untuk Apa Saya Hidup?

 

2.    Mengatakan buah-buah kasih dalam pacaran

 

Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, kasih tidak cemburu, kasih tidak memegahkan diri, kasih tidak sombong, kasih tidak melakukan yang tidak sopan, kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri, kasih tidak pemarah, kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain, kasih tidak senang terhadap kejahatan tetapi karena kebenaran

Jika Anda berpacaran tetapi buah-buah kasih seperti di atas tidak muncul, maka hubungan Anda perlu dipertanyakan

Jika sudah berpacaran tetapi yang muncul mulai raba-raba bagian tubuh, ini perlu dipertanyakan

Tujuan utama mengapa mengutamakan kekudusan adalah agar ketika pacaran buah-buah kasih tersebut yang muncul, bukan buah yang jahat, bukan seks sebelum nikah, bukan putus tengah jalan, bukan selingkuh, bukan posesif yang hanya akan membawa kehancuran

Yang berikutnya jika kita ingin buah-buah kasih tersebut muncul dalam hubungan kita, kita perlu  yang namanya Menghormati Hukum Tubuh

Kita perlu menghormati tubuh kita dan tubuh pasangan kita semasa pacaran

Seperti orang yang bertanding karate

Sebelum bertanding mereka akan saling menghormati kekuatan lawan satu sama lain lebih dulu, baru boleh bertanding

Begitu juga dengan tubuh kita, sebaiknya kita jangan pernah masuk ke kamar pasangan kita, meskipun hanya mengambil buku, atau karena sedang sakit

Jangan mencobai diri sendiri, jangan mencoba bermain api, bermain angin, orang yang menabur angin bisa menabur badai nantinya, berkali-kali lipat dari yang ditaburnya, hormati tubuh pasangan kita

Juga dalam first kiss, kapan waktu yang tepat untuk berciuman? Sebaiknya dilakukan jika hubungan memang sudah dekat, masing-masing pihak keluarga sudah menyetujui, teman-teman sekeliling juga sudah tahu dengan hubungan Anda, dan memang sudah mau menikah

Dan jangan berciuman di tempat yang sepi karena hanya akan bermain api, juga disarankan berciuman hanya 2 detik saja, karena tanpa sadar film-film barat banyak seperti melegalkan ciuman, padahal french kiss, itu sebenarnya sudah termasuk ke awal persetubuhan

Jadi jika saya sudah terjatuh dalam dosa bagaimana?

Untungnya Anda bisa bertobat dengan benar, dan tidak melakukan hal tersebut lagi, jangan bertobat dan kumat lagi, ini sama saja namanya

Tapi akan lebih baik taat dibanding harus bertobat

Sekali lagi, utamakanlah buah-buah kasih yang muncul

Biarlah hubungan Anda dengan pasangan membawa dampak yang baik satu sama lain dan ke lingkungan sekitar Anda, bukan sebaliknya

 

–         Apa yang Anda berhalakan selama pacaran, itu juga yang tidak akan Anda nikmati dalam pernikahan
Jika Anda memberhalakan seks selama pernikahan, maka Anda tidak akan menikmati seks dalam pernikahan

Katakanlah bukan seks, tetapi baru menyerempet ke seks

Itu pun sudah termasuk

Survey sudah membuktikan, orang-orang yang melakukan seks sebelum menikah, kecenderungan mereka selingkuh setelah menikah sangat besar

Karena tidak bisa menikmati seks lagi dalam pernikahan

Jika Anda memberhalakan posesif, protektif dalam pacaran, maunya mengekang, harus terus bersama, bisa dipastikan Anda tidak akan bisa menikmati hidup nantinya.

Tapi bagaimana kita bisa tahu buah-buah kasih tersebut bisa dinyatakan sedangkan saya belum pacaran?

Berikut cara-cara tersebut :

 

Apa yang Anda berhalakan selama pacaran, itu juga yang tidak akan Anda nikmati dalam pernikahan Click To Tweet

 

(Diterjemah daripada artikel blog Philip Mantofa bertajuk “7 Checklist ‘Siapakah Pasangan Hidupku?'” bertarikh 1 Jun 2013)

 

Siapakah Pasangan Hidupku?

Salah satu pertanyaan terbesar dalam hidup anak-anak muda adalah “Siapakah pasangan hidupku?” Dan seringkali kita mendapatkan jawaban-jawaban yang bersifat abstrak dari orang-orang di sekeliling kita, seperti: “Dengarlah suara Tuhan…” Permasalahannya adalah, saat cinta melanda, perasaan kita begitu berkecamuk sehingga suara hati pun boleh terdengar seperti suara Tuhan. Yang kita perlukan adalah tuntunan!

 

Jodoh memang dari Tuhan, namun memilih dengan baik adalah tanggungjawab kita kepada-Nya. Kerana kemurahan-Nya, Tuhan telah memberikan kebebasan pada kita untuk memilih. Oleh sebab itu, pilihlah dengan persiapan yang matang—yakni kehidupan kita yang terlebih dahulu dipersembahkan kepada Tuhan, serta memiliki tujuan hidup yang benar. Selain itu, setiap keputusan yang penting harus melalui proses pertimbangan yang matang. Di sinilah pengetahuan kita yang benar akan Tuhan—dan pembaharuan budi kita—akan sangat menolong dan menguntungkan.

Inilah 7 checklist dari saya untuk membantu anda memilih dengan baik dan tanggungjawab—dan semoga keabstrakan yang ada di hati anda akan segera terjawab:

 

1. Pilihlah orang yang komitmen bertumbuh secara peribadi dalam Tuhan.
Bukan hanya sekali beriman kepada Tuhan, tetapi juga terus bertumbuh di dalam Dia. Hati-hati dengan orang yang menggantungkan pertumbuhan rohaninya sendiri semata-mata kepada kita. Contohnya, orang yang suka mengancam untuk meninggalkan Tuhan jika ia sampai diputus oleh pacarnya. Ini tidak sihat! Memang, setiap manusia pasti memerlukan orang lain dan tidak ada orang yang dapat berdiri sendiri. Namun bagaimanapun juga, iman adalah urusan peribadi.

 

2. Pilihlah orang yang visi hidupnya menyenangkan Tuhan.
Carilah orang yang visi hidupnya produktif; artinya, seseorang yang punya sasaran hidup yang jelas apapun pekerjaannya. Bertanyalah kepadanya tentang apa yang menjadi rencana hidupnya dan ke arah mana nanti karir serta keluarganya kelak akan dibawa. Nilailah apakah ia melibatkan Tuhan atau tidak.

3. Pilihlah orang yang jujur.

Yang dimaksud dengan jujur adalah ketulusan seseorang yang tidak berbelat-belit mahupun menutup-nutupi sesuatu yang tidak benar. Ujilah apakah dalam perkara-perkara kecil ia suka berbohong, kerana seorang pendusta tidak akan menjadi pasangan hidup yang baik. Memang tidak ada manusia yang sempurna, tetapi ada hal mutlak seperti kejujuran. Tanpa itu, sebuah hubungan tak punya pegangan!

 

4. Pilihlah orang yang dewasa dan bertanggungjawab.
Umur tidaklah menjamin kedewasaan seseorang. Kenalilah seseorang dari cara berfikirnya tentang hidup dan orang lain. Cara yang terbaik untuk mengukur kematangan seseorang adalah dari tindakannya ketika ia di dalam tekanan—inilah yang memisahkan seorang jejaka sejati dari sekadar laki-laki, seorang wanita bijaksana dari sekadar kaum hawa. Oleh kerana itu, bersahabatlah dahulu dan jangan terburu-buru!

 

5. Pilihlah orang yang gambar dirinya sihat.
Orang tidak akan dapat mengasihi pasangannya jika ia tidak dapat “mengasihi” dirinya sendiri dahulu. Gambar diri yang sihat adalah permulaan dari sebuah hubungan yang bahagia. Lawan kata dari “gambar diri yang sihat” ada banyak, contohnya: terlalu mengikat sebelum waktunya, cemburuan yang melewati batas, suka mengancam untuk bunuh-diri. Dari melihat bagaimana seseorang menjaga dirinya sendiri dan mendengarkan pendapat orang itu tentang hidupnya, kita dapat belajar banyak tentang gambar dirinya.

 

6. Pilihlah orang yang sikapnya positif terhadap hidup.
Sikap hati yang positif adalah aset dalam pernikahan. Bayangkan jikalau anda harus tinggal serumah dengan orang yang menggerutu melulu—seumur hidup anda. Mengeluh sekali-kali sangatlah manusiawi, tapi mempunyai hati yang senantiasa pahit dan negatif adalah pilihan hidup. Pilihlah hidup dengan pasangan yang terbukti masih dapat “tertawa” akan hari-esoknya!

 

7. Pilihlah orang yang anda cintai.
Cinta-lah yang akhirnya membawa kita masuk ke dalam pernikahan. Rasa tertarik kepada pasangan anda, “sengaja” saya taruh di checklist yang terakhir bukan kerana hal itu tidak penting, melainkan agar anda objektif dalam memilih dan mempertimbangkan kriteria pasangan hidup anda. Tanpa rasa cinta, jangan pernah melangkah ke dalam pernikahan jika hanya kerana terpaksa. Sekalipun perasaan boleh menyusul, romantisme tetap harus ada!

 

Ingatlah bahwa memilih pasangan hidup dengan baik dan benar merupakan salah satu keputusan terpenting yang Tuhan percayakan kepada kita. 7 Checklist ini bukanlah hukum taurat, melainkan hikmat dan kemurahan Tuhan dalam menuntun kita. Oleh sebab itu, sebelum membuat pilihan, berdoalah dan libatkanlah Tuhan selalu. Buatlah keputusan bersama-Nya, lagu pernikahan sedang menunggu anda…
Dikuti dari :Suami Irene, Philip Mantofa

 

Dan yang paling penting adalah pastikan pasangan pilihan Anda berlainan jenis dengan Anda. Memang kita pasti memilih yang berlainan jenis, tetapi di zaman yang terbalik ini, banyak orang susah untuk memilih yang berlainan jenis. Apalagi di berbagai negara LGBT dilegalkan

 

 Baca : Apa yang terjadi seandainya LGBT dilegalkan di Indonesia?

Bagaimana menurut Anda? Apa ada masukan lain?

Silahkan berbagi melalui komentar

Atau di like / share jika konten ini bermanfaat bagi Anda

Baca juga : Sedang cari jodoh? Yuk temukan rahasianya

Semoga Sukses

Salam

Follow Us On Social Media :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *