Ini 5 Cara Hidup Brilian yang Bisa Anda Pelajari dari Sosial Media

5 cara hidup ala sosial media ini ampuh membuat hidup anda sukses

source : freepik

Fakta zaman ini : ada dua dunia dalam satu planet bumi kita.

Pertanyaannya apakah benar begitu? apakah mungkin?

Ini bukan dunia lain atau dunia roh bukan?

Tentu bukan, tetapi itulah fakta zaman ini ada dua dunia dalam 1 planet.

Jelas Anda sudah mengetahuinya adanya sosial media seakan menciptakan realitas dunia kedua.

Dunia maya seakan sudah seperti dunia real, dan nyaris tak ada batasan yang jelas antara mana dunia yang real dan mana yang maya.

Tidak mengherankan ini akibat segalanya hal nyaris dilakukan melalui sosial media.

Inilah perkembangan teknologi komunikasi yang bak pedang bermata dua.

Disatu sisi membuka sumur kehidupan yang baru, disisi lain membuka lubang polemik yang mendalam.

Dari sisi negatif tanpa dijelaskan pun kita sudah sering mengalami dan melihat dampak negatifnya.

Sudah berapa kali kita percaya dan ikut menyebarkan hoax?

Berapa banyak waktu kita yang produktif direnggut oleh sosial media?

Seberapa sering kita tidur larut malam akibat bermain sosial media?

Berapa banyak berita tentang kejahatan akibat sosial media yang kita baca?

Seberapa banyak kita mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat?

Untungnya tidak selamanya sosial media berefek negatif. Tentu ada juga efek sosial media yang positif, tetapi disaat ini saya tidak akan menjelaskan dampak positif sosial media yang secara umum saja, tetapi prinsip hidup sosial media.

Sebenarnya banyak prinsip hidup yang bisa kita pelajari dari sosial media, toh pada dasarnya sosial media itu dunia kedua, seperti dunia real kita yang memiliki ragam prinsip hidup, begitu juga prinsip tersebut berlaku pada dunia maya atau sosial media.

Berikut 5 Prinsip Hidup ala Sosial Media yang Bisa Kita Pelajari :

 

1. Berubah & Beradaptasi atau Punah?

Hukum alam tidak pernah berubah, yang kuat akan menguasai yang lemah, yang lemah tentu akan punah jika tidak bisa beradaptasi. Kemampuan beradaptasi inilah yang mahal, tidak banyak orang yang mau berubah, karena memang berubah itu tidak enak, mengharuskan kita keluar dari zona nyaman kita. Terlalu mencintai kehidupan yang flat saja meski menyenangkan akan membawa kita ke lembah kekelaman.

Inilah yang terjadi pada sosial media seperti friendster, myspace. Kedua sosial media tersebut dulunya kelihatan seperti yang paling populer, namun apadaya terlalu mencintai zona nyaman dan telat berinovasi membuat friendster harus mengalami kekalahan yang menyakitkan.

Berubah meski sakit atau punah dan lebih sakit lagi? Pilihan ditangan kita.

 

2. Tidak Pernah Ada Eskalator Menuju Puncak

Tidak pernah ada jalan pintas menuju sukses. Setiap sakit harus dirasakan agar kita bisa berkembang. No pain no gain. Yang cepat didapat akan cepat juga hilangnya. Pernah melihat orang yang menggunakan steroid? Dalam sekejap dia akan berotot, namun jika steroidnya dilepas dia akan kembali kurus, belum lagi banyak masalah kesehatan yang akan muncul nantinya. Tidak pernah ada yang instan kecuali mie instan, itupun berbahaya bagi kesehatan kita.

Berapa banyak orang yang ingin terkenal didunia maya atau menjadi selebgram dengan instan? Mulai dari membeli follower murah dan sebagainya.

Berapa banyak orang yang memulai blog karena ingin mendapat penghasilan ratusan juta per bulan seperti blogger-blogger sukses dan akhirnya terputus dari blogger setelah baru 2 minggu menjalankannya?

Dunia maya bukan tempat instan menuju sukses, orang-orang yang sukses didunia maya juga melalui proses yang tidak mudah, banyak sakit yang mereka rasakan sebelum akhirnya sukses. Lewati dan nikmati proses yang ada, pepatah ini memang tidak pernah salah “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”

 

3. Konsistensi + Never Give Up is the Key

Ketekunan adalah kunci segalanya. Pernah melihat youtuber yang videonya hanya 1 dan sukses? Pernah melihat foodblogger yang makanannya hanya 1 dan sukses?

Pernah melihat content creator yang hanya pernah membuat 1 konten dan sukses?

Tidak pernah ada, orang-orang yang sukses didunia maya bisa berhasil karena ketekunannya. Tetap setia membuat konten berkualitas meski follower, subscriber, jumlah like mereka masih sedikit. Banyak orang yang gugur disini karena selalu ingin yang instan, tapi sayangnya sukses yang instan tidak pernah ada, kita seringkali terpengaruh oleh zaman yang serba instan ini sehingga prinsip-prinsip ketekunan ini terkikis banyak. Camkan saja bahwa tidak pernah ada orang yang sekali pergi ke gym dan badannya langsung bagus. Keberhasilan hanya menjadi milik mereka yang tekun dan pantang menyerah.

 

4. Kreatifitas di Atas Kerja Keras

Ada jutaan konten di youtube, ada jutaan konten di google, ada jutaan blog yang memilki tema sama.

Membuat konten yang monoton meski Anda bekerja keras hanya membuang-buang waktu kita.

Menerbitkan 1 konten ditengah luasnya lautan konten membuat konten kita sulit ditemukan. Begitupun jika Anda menerbitkan 100 konten per hari, apalah artinya ratusan konten dibanding jutaan konten yang ada? Untuk itu untuk bisa bersaing dan mendapatkan pengunjung harus ada nilai jual yang lebih dari kita. Kreatif! itulah solusinya, konten yang unik dan kreatif akan mendatangkan pengunjung kepada Anda.

Toh kita semua unik, Anda unik, tentu konten Anda juga unik seperti kepribadian Anda, bagaimana Anda mengemasnya dan mengembangkannya itulah yang diperlukan. Masalahnya ada di diri kita, apa nilai jual lebih dari diri kita? Apa yang bisa kita berikan sehingga bermanfaat bagi orang lain? Anda tidak akan pernah ditemukan jika Anda sama dengan jutaan konten yang beredar dimana-mana. Originalitas juga mutlak diperlukan, jangan pernah meniru, meniru orang lain sama dengan membunuh diri Anda sendiri. Anda kesal bukan jika mencari sesuatu digoogle, tetapi 1 halaman google berisi website-website yang memiliki informasi sama alias saling copas.

 

5. Cerdik itu Bukan Licik tapi Peka Melihat Situasi

Tentu Anda tahu dengan fitur baru instagram yaitu instagram stories. Fitur yang dikatakan sangat meniru snapchat. Baru-baru ini juga fitur tersebut juga sudah ada di whatsapp.

Yang luar biasa adalah meski dikatakan meniru ternyata pengguna snapchat mulai meninggalkan snapchat dan beralih ke instagram, karena kebanyakan berpendapat untuk apa memiliki 2 aplikasi dengan fitur yang sama? Sudah menggenaskan saat ini bisa kita lihat kalau snapchat dibunuh oleh instagram.

Sekilas instagram terlihat licik dengan meniru fitur lawannya dan menerapkannya, tetapi sebenarnya bukan. Instagram sangat peka melihat situasi, zaman, apa yang diinginkan oleh konsumennya. Di ladang inovasi seperti ini jelas yang cepat berubah dan beradaptasi akan terus bertahan, instagram cerdik dalam hal ini dan memanfaatkannya sehingga menang dalam laga pertempuran. Cerdik seperti ular, tulus seperti merpati, inilah prinsip yang perlu terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Terlalu terlena dengan kesuksesan ataupun kesenangan mematikan insting bertahan hidup kita, untuk itu kita perlu terus peka melihat situasi dan terus beradaptasi.

Sudahkah Anda belajar sesuatu hari ini?

Jangan lupa menyampaikan pendapat Anda melalui komentar dibawah..

Follow Us On Social Media :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *