Doa untuk orang tua dan dilema kita sebagai anak

doa untuk orang tua

Kita semua pernah menjadi anak kecil di mana saat paling menyenangkan tanpa merasa ada tanggungan hidup. Setiap hari bermain tanpa henti dengan rasa ingin tahu yang mendalam.

Berapa sering kita bermain, terjatuh dan luka? Ibu kita akan langsung terjun mengobati kita. Orang tua kita akan berusaha memenuhi kebutuhan yang kita butuhkan tanpa kita memintanya. Kita mau mainan itu, mau makanan ini langsung diberi.

Jelas kita tidak lupa berapa sering kita dipeluk dan digendong waktu sering nangis dulu. Look how we loved these day until now.

Sedihnya ketika kita tumbuh remaja, apalagi menuju usia 20 tahun, sifat kita mulai memberontak.

Kita tidak mau digandeng lagi seperti waktu kecil padahal saat itu juga masih kecil karena malu dengan teman jika dilihat.

Waktu di sekolah kita tidak mau ada orang tua di dekat kita karena malu dianggap sebagai anak mama dan memang sebenarnya kita semua anak mama.

Padahal waktu kecil disekolah pertama kali begitu kita dilepas sendirian bisa langsung nangis mencari orangtua.

Anda dan saya tidak mau dianggap manja dan mau berlagak dewasa saja, padahal jika waktu itu orang tua melepas kita habislah kita.

Kita mulai lebih suka nongkrong dan jalan bareng temen daripada bersama orangtua lagi.

Sering mereka meminta kita mengajari bagaimana menggunakan smartphone, instagram. Sudah kita ajari tapi besoknya mereka lupa, mereka bertanya lagi ke kita untuk minta diajarkan. Reaksi kita? Kita kesal dan langsung marah-marah, toh cara menggunakannya bisa di search di google.

Ini aneh, kehidupan ini seperti ada fase dimana waktu lahir kita sangat dekat dengan orang tua ketika menuju dewasa, sifat berontak kita keluar semua, waktu menuju tua kita menyesal dan rasanya belum berbuat apa-apa untuk orang tua.

Mayoritas kita begini betul?

Kita tidak bisa menyelepekan istilah Kids zaman now, dengan artian oh wajar, anak zaman sekarang memang begini.

Jika kita sama seperti anak zaman now sekarang dalam sisi buruknya kita juga yang akan menyesal nantinya.

Apalagi ketika kita bilang “Tidak usah urus hidupku, aku tahu hidupku sendiri” ke orang tua kita.

Kita lupa bagaimana ibu kita sudah ada sejak kita belum ada, waktu kita masih ada dikandungan, dari kita tidak bisa berbicara dan mengenal siapa-siapa apalagi mengenal diri sendiri, mereka sudah terlebih dulu tahu siapa nama kita, siapa diri kita.

Oke kita protes, sering kita dibilang kita mirip dengan orang tua, padahal sebenarnya setiap manusia itu berbeda dan tidak sama.

Kita menyesal kenapa saya dilahirkan di keluarga ini dan memiliki orangtua seperti mereka?

Ibu kita mungkin cerewet sekali ke kita dalam berbagai hal.

Atau ketika kita dituntut untuk memiliki nilai sekolah yang bagus tapi kita berbalik protes memangnya mama dulu waktu sekolah pintar?

Faktanya sebagai anak kita tidak akan pernah mengerti bagaimana rasanya menjadi orang tua sebelum kita menjadi orang tua.

Papa mama, bokap nyokap, bapak ibu kita atau apapun sebutannya pasti pernah melakukan kesalahan.

Apapun kesalahan dan keburukan mereka, orang tua kita adalah tetap orang tua kita.

Ibu kita yang kesusahan mengandung dan melahirkan kita, serta membesarkan Anda sampai sebesar ini sekarang

TAPI (Anda protes)

“Anda tidak tahu betapa buruknya orang tua ke saya”

“Mereka melakukan kekerasan terhadap saya sejak kecil, atau sebenarnya saya tidak diinginkan lahir ke dunia ini”

Dan Anda protes saya tidak pernah meminta untuk dilahirkan di dunia ini! Lebih parahnya lagi Anda berpikir lebih baik orangtua kita tidak ada.

Perlu kita ingat kalau kita sebenarnya belum tentu lebih baik daripada  orang tua kita, dan sayangnya selalu ada sekolah dan ilmu untuk menjadi profesi apapun namun belum ada sekolah bagaimana caranya menjadi orang tua yang baik dan benar.

Yang terpenting, ingat selalu bahwa separah apapun perlakuan bokap dan nyokap kita ke kita,

Jika tidak ada orang tua = Kita juga tidak ada

Sering kita dengar No Mommy = No Food, tapi yang sebenarnya adalah

No Mommy = No Life

It’s okay jika mereka melakukan kesalahan, asal jangan lupa Anda sebagai anakpun juga melakukan banyak kesalahan.

Tapi yang perlu kita tahu kalau orang tua pasti mengusahakan yang terbaik untuk anaknya.

Pertanyaannya sekarang, apakah kita mengusahakan memberikan yang terbaik untuk orang tua kita?

Inilah bentuk doa untuk orang tua yang seharusnya kita lakukan.

Bukan sekedar doa dalam bentuk kata-kata tapi dalam bentuk action

Action selalu berbicara lebih keras daripada kata-kata

Jika sekolah atau kuliah kejarlah nilai dan prestasi terbaik versi Anda, bukan untuk anda tapi untuk orang tua

Olahragalah jaga tubuh, jika merokok berhenti sekarang, jaga pola makan, cari pergaulan yang benar, percuma orang tua membesarkan kita tapi kita yang kemudian merusak badan dan hidup sendiri

Mari lihat apa yang saya temukan di internet.

doa untuk orang tua

Ada sekitar 10 ribu sampai 100 ribu pencarian tentang doa untuk orang tua di internet.

100 ribu jika kita mengambil jumlah penduduk Indonesia yang 200 juta lebih, 100 ribu berarti sangat sedikit.

Apakah ini berarti hanya 100 ribu orang yang sadar akan orang tua mereka dan mencari solusinya melalui doa untuk orang tua di google?

Atau mungkin sudah banyak yang berbakti ke orang tuanya jadi tidak mencarinya lagi melalui internet

Sedihnya ada saja bisa sampai terjadi seperti berita yang pernah Anda dengar yaitu anak menggugat orang tuanya sendiri karena masalah uang.

Otak kita memang suka terbalik, kita selalu memprotes keadaan dan menyalahkan orang lain termasuk orang tua, hanya bisa menuntut, tanpa bisa bertanya, apa yang bisa saya berikan untuk mereka?

Menuntut tidak akan ada habisnya.

Doa saja juga tidak cukup meski penting

Tidak perlu hal besar, Lakukan sesuatu meski kecil itu sudah berharga bagi mereka.

Jangan lupa kita juga akan menjadi orang tua nantinya.

Selalu tanamkan diotak untuk mengingat perlakukan tidak enak yang kita terima sekarang, jangan sampai anda punya anak nantinya kemudian melakukan hal serupa yang buruk dulunya.

Hormati mereka sejelek apapun mereka sekarang,

Itulah doa untuk orang tua terbaik yang seharusnya kita lakukan

Ingat momen baik itu kita yang menciptakan

Mereka tidak akan ada selamanya bersama kita

Jadi STOP marah dan protes ke orang tua dari sekarang

Instropreksi diri sendiri apa yang sudah saya berikan ke mereka?

Lakukan yang bisa Anda lakukan untuk hidup Anda dengan versi terbaik dari diri Anda bagi mereka!

Stop wishing, make them happy now!

Harta yang paling berharga bukan dalam bentuk uang meski itu penting tapi dalam bentuk hubungan yang sehat , mula-mula dari hubungan dengan keluarga.

Setuju?

Bermanfaat?

Share ya


image source : Leeroy

Follow Us On Social Media :